MPN.JABAR – Kecamatan Cileunyi adakan lomba Pasanggiri Rampak Sekar memperingati HUT ke-80 antar Desa, yang diselenggarakan di Aula Kecamatan Cileunyi, Rabu (14/08/2025)

Camat Cileunyi Cucu Endang, S.An., M.Ak mengatakan bahwa lomba pasanggiri rampak sekar adalah sebuah perlombaan atau festival seni Rampak Sekar yang diselenggarakan dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-80 RI, dengan kriteria penilaian adalah Keselarasan gerak, Harmonisasi Vokal, Keserasian Custom.

“Sesuai dengan amanatnya presiden bahwa dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia seyogyanya di isi degan hal-hal positif, seperti :
1. Kegiatan olah raga.
2. Sosial &
3. Seni budaya
Pasanggiri Rampak Sekar salah satu peningkatan nilai budaya di wìlayah Kecamatan Cileunyi,”tutur Camat menambahkan



Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung, berhasil meraih juara pertama pada ajang Pasanggiri Rampak Sekar 2025 yang di adakan tingkat kecamatan Cileunyi dan berhak mewakili Kecamatan Cileunyi di lomba Pasanggiri Rampak Sekar tingkat Kabupaten Bandung.



Hasil dari lomba Pasanggiri Rampak Sekar tingkat Kecamatan Cileunyi, Yaitu :
– Juara ke 1 Desa Cimekar dengan nilai 268,75
– Juara ke 2 Desa Cibiru Wetan dengan nilai 266,74
– Juara ke 3 Desa Cinunuk dengan nilai 265
– Juara Harapan 1 Desa Cikul dengan nilai 262
– Juara Harapan 2 Desa Cibhil dengan nilai 261,75
– Juara Harapan 3 Desa Cilwet dengan nilai 260,25
Juri dari Satker Disdik Cileunyi.
– Juliah, S.Pd
– Agus Cucun, S.Pd
– Harni Haryani, S.Pd., M.Pd
Kasi sosbud Gumilar Sjafarie, S.Pd.,M.Pd Kecamatan Cileunyi menjelaskan bahwa Juri dari luar pemerintahan Kecamatan yaitu dari Satker Disdik Cileunyi, karena kita berkomitmen untuk menjaga penilaian yang obyektif dalam menentukan juara. Untuk memastikan obyektivitas tersebut, panitia memilih juri dari luar Pemerintahan Kecamatan.
Gelaran Pasanggiri ini bertujuan utama untuk mempererat silaturahmi para kader di wilayah Kecamatan Cileunyi. Pasanggiri Rampak Sekar adalah salah satu bentuk kesenian tradisional Sunda, yang merupakan paduan suara dengan iringan alat musik tradisional, untuk melestarikan dan mengembangkan budaya Sunda.
*(Aspa)*




