JAMBI.MPN – Polemik dugaan saluran limbah di lingkungan Rumah Sakit Baiturrahim, Kelurahan Lebak Bandung, Kota Jambi, terus menjadi perhatian publik. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jambi akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait keberadaan pipa yang berada di belakang pos jaga keamanan rumah sakit tersebut.
Kepala DLH Kota Jambi, Mahruzar, membenarkan bahwa pipa tersebut merupakan saluran pembuangan limbah rumah sakit yang telah melalui proses pengolahan di Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebelum dialirkan keluar.
Menurut Mahruzar, saluran tersebut merupakan bagian dari sistem pengelolaan limbah RS Baiturrahim dan bukan sekadar saluran air bekas cuci tangan sebagaimana informasi yang sempat beredar di tengah masyarakat.
“Pipa itu memang saluran limbah yang sudah diolah melalui IPAL rumah sakit,” tegas Mahruzar saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Selasa (23/6/2026).
DLH Kota Jambi juga menegaskan tidak mengizinkan adanya tindakan pemotongan pipa sebagaimana yang sempat diminta oleh sebagian warga sekitar. Langkah tersebut dinilai berpotensi menimbulkan persoalan baru, terutama apabila sistem pengolahan limbah rumah sakit mengalami gangguan atau tidak beroperasi secara optimal.
Mahruzar menjelaskan, keberadaan saluran tersebut merupakan bagian dari sistem pengelolaan limbah yang harus tetap berfungsi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, DLH mengaku telah menerima laporan dari masyarakat terkait munculnya aroma tidak sedap di sekitar kawasan RS Baiturrahim. Bau menyengat yang dikeluhkan warga diduga berasal dari saluran pembuangan limbah rumah sakit tersebut.
Meski demikian, pihaknya belum dapat memastikan sumber pasti penyebab bau tersebut. DLH menilai perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apakah kondisi itu berkaitan dengan kinerja IPAL atau faktor lainnya.
“Kami menerima laporan adanya bau yang tercium warga. Untuk memastikan penyebabnya masih perlu dilakukan pengecekan dan pemantauan lebih lanjut,” ujar Mahruzar.
Saat ini, DLH Kota Jambi bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan terhadap sistem pengelolaan limbah RS Baiturrahim. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh proses pengolahan dan pembuangan limbah berjalan sesuai standar lingkungan serta tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.
Pernyataan DLH tersebut sekaligus meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat mengenai fungsi pipa yang menjadi sorotan warga dalam beberapa waktu terakhir. Sementara hasil pemeriksaan dan pemantauan lanjutan masih dinantikan untuk menjawab keresahan warga terkait aroma yang diduga berasal dari saluran limbah tersebut.
(Susi Lawati/Tim)



