JAMBI.MPN – Semangat kebersamaan mewarnai peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Provinsi Jambi. Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan bahwa pengusaha dan pekerja merupakan dua elemen yang tidak bisa dipisahkan dalam roda pembangunan ekonomi.
Dalam kegiatan bertema “Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja” yang digelar di Lapangan Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, Kamis (30/04/2026), Al Haris menyampaikan bahwa hubungan antara pengusaha dan buruh sejatinya adalah simbiosis mutualisme.
“Perusahaan membutuhkan pekerja untuk bergerak dan berkembang, sementara pekerja membutuhkan perusahaan untuk mendapatkan penghasilan. Keduanya ibarat satu rumah besar yang harus saling menguatkan,” tegasnya.
Ia juga memaparkan capaian positif Provinsi Jambi dalam menekan ketimpangan ekonomi. Berdasarkan data terbaru, Gini Ratio Jambi menunjukkan tren perbaikan dibanding sejumlah provinsi lain di Sumatera. Hal ini menjadi indikator bahwa kesenjangan pendapatan di daerah tersebut semakin mengecil.
Menurut Al Haris, keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi para pekerja di berbagai sektor. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi buruh yang dinilai turut mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.
“Bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga bagian dari kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kemakmuran bersama,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Jambi, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui kebijakan strategis, termasuk penetapan upah minimum berbasis Kebutuhan Hidup Layak (KHL) serta mendorong perusahaan memberikan perlindungan sosial melalui kepesertaan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan.
Tak hanya itu, perhatian juga diberikan kepada pekerja rentan dan paruh waktu yang masih menghadapi tantangan upah rendah. Pemprov Jambi telah menginisiasi program perlindungan berupa asuransi bagi sekitar 120 ribu pekerja rentan setiap tahunnya.
“Kita ingin pekerja merasa aman, terlindungi, dan memiliki jaminan masa depan,” tambahnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, dalam kesempatan tersebut Gubernur juga menyerahkan 200 paket sembako kepada pekerja serta santunan bagi 150 anak yatim.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jambi, Akhmad Bestari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit yang melibatkan pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja.
“Kegiatan ini tidak hanya seremoni, tetapi juga diisi dengan aksi sosial seperti bakti sosial, donor darah, hingga santunan bagi yang membutuhkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, rangkaian peringatan May Day akan terus berlanjut pada 1 Mei 2026 dengan berbagai kegiatan yang digelar oleh serikat pekerja, perusahaan, hingga mahasiswa di sejumlah titik di Jambi.
Momentum ini diharapkan menjadi penguat kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan iklim kerja yang harmonis, produktif, dan berkeadilan di Provinsi Jambi.
(Susi Lawati)



