JAMBI.MPN-Kab.Tanjab Timur _ Dalam rangka mendukung Program Swasembada Pangan Nasional, Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP M. Kuswicaksono, S.I.K., M.H., kembali memimpin kegiatan penanaman jagung di lahan replanting yang terletak di Rt. 07 Dusun Sidorejo, Desa Sukamaju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur, Jumat (8/8).
Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh jajaran Polres Tanjab Timur, tetapi juga melibatkan masyarakat setempat, tokoh desa, serta pihak akademisi. Di antaranya adalah Kasat Samapta Polres Tanjab Timur, IPTU Roni Melantika, Kapolsek Geragai, IPTU Saryono, Kepala Desa Sukamaju, Didik Budi Cahyanto, dan Ketua Gapoktan Desa Sukamaju, Sutrisno. Tak ketinggalan, para mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Jambi turut berperan serta dalam program ini.
Dalam sambutannya, Kapolres Tanjab Timur mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada masyarakat dan pemerintah daerah yang sudah berinisiatif menggelar penanaman jagung ini. “Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Swasembada Pangan dari Presiden yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada impor jagung. Semoga melalui program ini, kita bisa mewujudkan ketahanan pangan, termasuk mendorong petani untuk lebih giat lagi,” ujar Kapolres Kuswicaksono.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan informasi terkait harga jagung yang diatur dalam nota kesepahaman (MOU) antara Kapolri dan Kepala Bulog. Untuk jagung pipil dengan kelembapan 20%, dihargai Rp 5.500 per kg, sedangkan untuk kelembapan 14%, harganya mencapai Rp 6.500 per kg.
Mendorong Ketahanan Pangan dan Inovasi Pertanian
Penanaman jagung dilakukan secara tumpang sari dengan tanaman sawit yang akan segera memasuki masa panen. Kapolres menekankan pentingnya kegiatan ini untuk mendukung ketahanan pangan, khususnya menjelang masa panen sawit. “Kami berharap kegiatan ini bisa berlanjut dan memberikan hasil yang optimal. Semua pihak, termasuk kelompok tani, harus berperan aktif agar program ini bisa berjalan sukses,” tambahnya.
Kepala Desa Sukamaju, Didik Budi Cahyanto, juga menyampaikan optimisme terkait program ini. “Pada tahap pertama, kami telah berhasil menanam sekitar 6-8 hektar jagung, dan di tahap kedua, kami menargetkan penanaman hingga 25 hektar pada bulan Oktober. Kami mengajak semua pihak untuk mendukung kegiatan ini agar berjalan dengan lancar,” jelas Didik.
Kerja Sama Antar Pihak untuk Masa Depan Pangan
Camat Geragai yang diwakili oleh Sekcam Raden Sulaiman, mengungkapkan harapan agar seluruh komponen masyarakat bersama-sama mendukung keberlanjutan kegiatan ini. Selain itu, pihak Polres Tanjab Timur diharapkan terus memberikan dukungan agar gerakan Swasembada Pangan ini dapat terlaksana dengan baik.
Program penanaman jagung ini diharapkan menjadi langkah awal yang membawa Tanjab Timur menuju swasembada pangan, sekaligus menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
(Shee)




