Klarifikasi Tegas Korem 042/Gapu: Isu Keterlibatan Oknum TNI di Jambi Dipastikan Tidak Benar

JAMBI.MPN – Isu yang sempat menghebohkan jagat media sosial terkait dugaan keterlibatan oknum TNI dalam peristiwa penggerebekan seorang pejabat kampus di Kota Jambi akhirnya mendapat penjelasan resmi. Korem 042/Gapu melalui Kepala Penerangan Korem (Kapenrem), Mayor Czi Redno Subandhy, angkat bicara untuk meluruskan informasi yang dinilai telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.Senin 4 Mei 2026

Dengan tegas, Kapenrem membantah adanya keterlibatan anggota aktif TNI dalam kejadian tersebut. Ia menegaskan bahwa sosok yang disebut-sebut dalam isu itu, yakni Yoli Yandri, bukan lagi bagian dari institusi TNI Angkatan Darat.

“Yang bersangkutan sudah diberhentikan dengan tidak hormat (PDTH) sejak tahun 2023 karena pelanggaran hukum. Saat ini statusnya adalah warga sipil, bukan anggota TNI aktif,” jelasnya.

Peristiwa penggerebekan yang terjadi pada Jumat, 1 Mei 2026, di sebuah rumah kost di kawasan Telanaipura, Kota Jambi, disebut murni sebagai persoalan pribadi atau rumah tangga. Penanganannya pun telah berada di ranah aparat kepolisian.

Informasi dari Polsek Telanaipura menyebutkan bahwa laporan resmi telah dilayangkan oleh pihak istri terhadap suaminya terkait dugaan tindak pidana. Proses hukum saat ini masih berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Menanggapi cepatnya penyebaran informasi yang belum terverifikasi, Kapenrem juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi kabar yang beredar di media sosial.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya. Hal ini penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat merugikan individu maupun institusi,” tegasnya.

Korem 042/Gapu menegaskan komitmennya untuk terus menjaga profesionalitas serta memastikan setiap informasi yang berkembang di masyarakat dapat diluruskan secara objektif, transparan, dan bertanggung jawab.

Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan polemik yang sempat bergulir dapat mereda, serta masyarakat memperoleh pemahaman yang utuh dan akurat atas peristiwa yang sebenarnya terjadi.

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *