Polda Jambi Bangun 20 Satuan Pemenuhan Gizi, Pastikan Anak Sekolah Sehat dan Cerdas dengan Menu Bergizi Standar Nasional

JAMBI.MPN — Polda Jambi terus melangkah lebih jauh dalam mendukung program nasional peningkatan gizi anak bangsa. Melalui program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), institusi ini menunjukkan komitmen kuat Polri dalam memperhatikan kesehatan generasi muda dan kelompok rentan di Provinsi Jambi.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 20 unit SPPG kini tengah dibangun di seluruh kabupaten/kota di Jambi. Targetnya, setiap Polres jajaran memiliki minimal tiga SPPG aktif, sehingga total akan berdiri 31 SPPG di wilayah hukum Polda Jambi.

Saat ini, satu SPPG Polda Jambi telah beroperasi penuh dan melayani 20 sekolah dengan 3.640 anak penerima manfaat. Setiap hari, anak-anak sekolah dasar hingga menengah mendapat menu bergizi yang disusun oleh ahli gizi profesional.

“SPPG bukan sekadar dapur umum, tapi fasilitas pangan modern dengan standar kesehatan nasional. Kami pastikan semua proses produksi makanan sehat, higienis, dan halal,” tegas Irwasda Polda Jambi Kombes Pol Jannus P. Siregar, selaku Ka Satgas Program MBG Polda Jambi.

Bangunan Modern dengan Standar Gizi Nasional

Bangunan SPPG dirancang mengikuti petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN). Setiap dapur memiliki sistem satu arah untuk mencegah kontaminasi silang, serta pemisahan jelas antara bahan mentah dan makanan siap saji.

Berukuran 15 x 25 meter, SPPG dilengkapi ruang produksi, kantor administrasi, laboratorium kecil uji pangan, hingga ruang ahli gizi. Bahkan, manajemen pengelolaan disupervisi langsung oleh tim Bhayangkari yang terlatih di bidang pelayanan sosial.

Relawan Lokal dan UMKM Jadi Penggerak Utama

Uniknya, SPPG Jambi tidak hanya soal gizi, tapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Para relawan dan tenaga produksi sebagian besar berasal dari warga sekitar dan pelaku UMKM lokal. Sebelum bertugas, mereka menjalani pelatihan higienitas, sanitasi, serta pengolahan pangan sehat.

“Kami ingin program ini memberi nilai ganda: anak-anak sehat, ekonomi lokal pun bergerak,” ujar Kombes Pol Jannus.

Proses Produksi Super Ketat: 6 Jam Menuju Sekolah

Setiap bahan pangan diseleksi ketat mulai dari penyortiran, pencucian, hingga penyimpanan di cold storage berstandar industri. Setelah dimasak, makanan dikemas dalam wadah steril dan dikirim ke sekolah menggunakan kendaraan khusus.

Distribusi maksimal dilakukan dalam waktu enam jam sejak selesai dimasak — guna menjaga kualitas gizi dan mencegah risiko kontaminasi.

Setiap hari, petugas melakukan uji acak keamanan pangan dengan metode kimia dan reagent manual untuk memastikan tidak ada kandungan berbahaya seperti formalin, boraks, atau pengawet sintetis.

Menu Sehat dan Edukatif: Makan Sambil Belajar Etika

Menu yang disiapkan berganti setiap hari: nasi, lauk ayam atau ikan segar, sayur, buah, dan susu. Kandungan gizi diatur berdasarkan usia dan kebutuhan anak-anak.

Tak hanya itu, anak-anak juga mendapat edukasi table manner sederhana — mulai dari berdoa sebelum makan, menjaga kebersihan, hingga membawa botol minum pribadi.

“Kita ingin anak-anak belajar sehat sekaligus beretika sejak dini,” tambah Kombes Jannus.

Ramah Lingkungan: Sisa Makanan Jadi Pakan Ternak

SPPG juga memperhatikan aspek lingkungan. Semua sisa makanan dikumpulkan untuk dijadikan pakan ternak oleh warga sekitar, sementara wadah dan kemasan diolah kembali agar tidak mencemari sekolah.

“Tidak ada sampah yang tertinggal. Program ini bukan hanya menyehatkan anak, tapi juga menjaga bumi,” ujar Jannus dengan bangga.

Sinergi Lintas Lembaga: Gizi Aman, Data Transparan

Dalam pelaksanaannya, Polda Jambi menggandeng BKKBN, BPOM, dan Dinas Kesehatan untuk memastikan keamanan pangan dan efektivitas gizi, terutama bagi ibu hamil, menyusui, dan balita.

SPPG juga memanfaatkan pelaporan digital berbasis sekolah untuk menerima saran dan masukan langsung dari kepala sekolah penerima manfaat.

“Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Setiap saran dari sekolah kami jadikan bahan perbaikan agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” tutup Kombes Pol Jannus P. Siregar.

Program Gizi yang Menyentuh Hati dan Perut Rakyat

Lewat SPPG, Polda Jambi tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga hadir dalam upaya membangun generasi sehat, kuat, dan cerdas.

Dengan pendekatan kemanusiaan dan profesionalisme, program ini menjadi wujud nyata bahwa Polri bukan hanya pengayom, tapi juga penyuplai gizi masa depan bangsa.

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *