NTB MPN Online- Polda Nusa Tenggara Barat menyiapkan pengamanan secara maksimal dalam rangka menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran melalui Operasi Ketupat Rinjani 2026, sebagai bentuk kesiapan tersebut, Polda NTB melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Rinjani 2026 pada Kamis, 12 Maret 2026, pukul 16.30 WIB di Lapangan Bhara Daksa Polda NTB.
Pejabat undangan Gubernur NTB, Ketua DPRD Prov. NTB, Wakapolda NTB, Danrem 162/WB, Kabinda, Kepala BNN Prov. NTB, Kejati Prov. NTB, Ketua Pengadilan Tinggi Prov. NTB, Danlanal Mataram, Danlanud ZAM, Irwasda, PJU, Kepala Dinas Kesehatan Prov. NTB, Kepala Dinas Perhubungan Prov. NTB, Kepala Dinas Pariwisata Prov. NTB, Kepala Dinas Perdagangan Prov. NTB, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Prov. NTB, Kepala Dinas PUPR Prov. NTB, Dandenpom Mataram, Kasat Pol PP Prov. NTB, Kepala BMKG Prov. NTB, Kepala Basarnas/Pencarian dan Pertolongan Prov. NTB, Kepala BPBD Prov. NTB, GM PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) Prov. NTB, GM PT. Pelindo, GM PT. Angkasa Pura I (Persero) LIA-Praya, PT. Pertamina Patra Niaga Sales Area Manager Retail NTB, Kepala PT. Jasa Raharja Cabang NTB, Personel yang ditunjuk
Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si mengungkapkan bahwa Apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana serta memperkuat sinergitas antarinstansi dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat selama periode mudik Lebaran tahun 2026.
Kapolda NTB menjelaskan bahwa Polda NTB telah menyiapkan Personil Polri: 1.649. Polda NTB : 375. Polres/Polresta: 1.274 Personel yang akan dilibatkan dalam pengamanan Operasi Ketupat Rinjani 2026, dimulai dari tanggal 13 Maret s.d 26 Maret 2026.Personel tersebut akan bertugas di berbagai titik strategis di wilayah Nusa Tenggara Barat dan didukung oleh berbagai Stakeholder TNI : + – 500 Basarnas : 116 Dishub: 1.259 dan BPBD: 126. Sasaran Pengamanan Operasi : Bandara, Pelabuhan, Tempat Wisata, Pusat Keramaian dan Tempat Ibadah.
“Polda Nusa Tenggara Barat menyiapkan personel terkait yang akan terlibat dalam pengamanan Operasi Ketupat Rinjani 2026. Pengamanan ini juga didukung oleh berbagai instansi terkait melalui koordinasi lintas sektoral guna memastikan pelaksanaan operasi berjalan optimal,” ujarnya.
Selain personel, Polda NTB juga menyiapkan 35 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah Nusa Tenggara Barat, Pos tersebut terdiri dari 18 Pos Pengamanan (Pos PAM), 10 Pos Pelayanan (Pos Yan), serta 7 Pos Terpadu yang akan berfungsi memberikan pelayanan sekaligus pengamanan kepada masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran.
Pos-pos tersebut nantinya akan menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat, termasuk memberikan informasi perjalanan, pengamanan Lalu Lintas, hingga bantuan bagi pemudik yang membutuhkan pertolongan selama perjalanan.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral, diperkirakan arus mudik mulai terjadi pada tanggal 13 Maret 2026, seiring dengan dimulainya masa libur di beberapa instansi pemerintahan dan sekolah. Sementara itu, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 17 dan 18 Maret 2026.
Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si menyampaikan bahwa dengan dilaksanakannya gelar pasukan ini, Polda Nusa Tenggara Barat menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif selama pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah.




