Tanjab Barat Darurat Laka Lantas: 21 Nyawa Melayang, Jalanan Jadi Ancaman Sunyi

JAMBI.MPN-Kab.Tanjab Barat – Jalanan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat tampaknya tengah berubah menjadi ladang maut. Selama enam bulan pertama tahun 2025, tercatat 64 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di wilayah hukum Polres Tanjab Barat, Provinsi Jambi. Tak main-main, 21 orang meninggal dunia, 2 luka berat, dan 88 lainnya mengalami luka ringan akibat insiden yang sebagian besar dipicu oleh kelalaian manusia.

Angka ini dipaparkan langsung oleh Kasatlantas Polres Tanjab Barat, AKP Steffan TH. Lumowa, S.Tr.K., S.I.K., yang menegaskan bahwa faktor utama penyebab kecelakaan adalah “human error”.

“Kesalahan manusia yang paling sering terjadi berasal dari kurangnya kedisiplinan dan kesadaran berkendara. Banyak pengendara yang masih mengabaikan aturan keselamatan seperti tidak memakai helm atau sabuk pengaman,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin (07/07/2025).

Ia menekankan bahwa keselamatan di jalan raya bukan sekadar pilihan, tetapi kewajiban mutlak yang harus dipatuhi semua pengguna jalan, tanpa terkecuali.

Namun, bukan hanya faktor manusia yang menjadi sorotan. Menurut AKP Steffan, kondisi fisik jalan juga berperan besar. Jalan yang sempit, minim penerangan, kurangnya rambu, serta tikungan tajam di jalur lintas timur menjadi kombinasi berbahaya yang memicu pengendara memacu kendaraan secara tidak terkendali.

“Kondisi jalan yang sepi kerap membuat pengendara terlena dan melaju lebih cepat dari batas aman. Ini sangat berisiko, apalagi jika tidak memahami kontur dan karakter jalan yang dilalui,” tambahnya.

Dengan tingginya angka kecelakaan tersebut, Polres Tanjab Barat mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan dan kepedulian terhadap keselamatan berlalu lintas. Sosialisasi dan penegakan hukum juga akan terus ditingkatkan demi menekan angka kecelakaan yang kian meresahkan ini.

(Shee)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *