Bandung Barat | MPN – Puluhan warga Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mendatangi kantor Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (16/3/2026). Kedatangan mereka untuk bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Hal ini menyusul penertiban sejumlah kios yang sebelumnya berdiri di sekitar lapang bola Kampung Ciburial dan Kampung Cilumber. Rombongan warga tersebut didampingi oleh Kepala Desa Cibogo, Abdul Syukur, yang sejak awal memfasilitasi komunikasi antara masyarakat terdampak dengan pemerintah provinsi.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik setelah video pembongkaran kios-kios tersebut beredar luas di media sosial dan memunculkan berbagai tanggapan dari masyarakat. Penertiban Kios dan Penataan Kawasan
Beberapa hari sebelumnya, aparat gabungan melakukan penertiban terhadap sejumlah kios yang berdiri di sekitar lapang bola di wilayah Kampung Ciburial dan Kampung Cilumber, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Bangunan tersebut dinilai tidak memiliki izin resmi serta dianggap mengganggu penataan lingkungan. Selain menimbulkan kesan kumuh, keberadaan kios juga dinilai berpotensi menghambat saluran air dan mengganggu keselamatan pengguna jalan di sekitar lokasi. Penataan kawasan ini disebut sejalan dengan program pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dikenal dengan konsep “Jabar Istimewa”, yang menekankan ketertiban ruang publik, keamanan lingkungan, serta keindahan wilayah.
Meski demikian, penertiban tersebut berdampak langsung terhadap sejumlah warga yang selama ini menggantungkan penghasilan dari kios-kios tersebut.
Warga Sempat Menunggu di Kantor Desa
Sebelum menuju Gedung Sate, warga bersama perangkat desa, aparat kepolisian, TNI, serta Satpol PP sempat berkumpul di Kantor Desa Cibogo sejak pukul 10.00 WIB untuk menunggu kedatangan gubernur.
Pemerintah desa bahkan telah menyiapkan ruang aula sebagai tempat dialog antara warga dan gubernur.
Namun, rombongan gubernur hanya berhenti sejenak di depan kantor desa tanpa turun dari kendaraan dinasnya karena harus segera kembali ke Bandung untuk agenda mendadak.
Situasi tersebut sempat menimbulkan rasa kecewa di kalangan warga yang sejak pagi menunggu untuk bertemu langsung dengan gubernur.
Warga Diundang ke Gedung Sate
Tidak lama setelah itu, Kepala Desa Cibogo menerima informasi dari pihak gubernur agar warga yang terdampak datang langsung ke kantor gubernur di Gedung Sate.
Pemerintah desa kemudian menyiapkan lebih dari tiga kendaraan untuk membawa sekitar 27 warga menuju Bandung. Rombongan tersebut terdiri dari warga yang kiosnya terdampak pembongkaran serta beberapa warga yang sebelumnya menjadi korban bencana longsor di wilayah Desa Cibogo.
Setibanya di Gedung Sate, rombongan disambut oleh staf pemerintah provinsi sebelum akhirnya dipersilakan masuk ke ruang kerja gubernur untuk berdialog langsung.
Kompensasi bagi Warga Terdampak
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi memberikan kompensasi kepada warga yang terdampak penertiban kios. Setiap warga menerima bantuan sebesar Rp2.500.000 per orang sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak langsung dari kebijakan penataan kawasan.
Selain itu, pemerintah provinsi juga memberikan bantuan kepada lima warga korban longsor dengan nilai bantuan sebesar Rp10.000.000 per orang.
Tak hanya bantuan finansial, gubernur juga menyampaikan komitmennya untuk membantu menyediakan lahan serta membangun hunian layak bagi para korban longsor tersebut.
Peran Pemerintah Desa
Kepala Desa Cibogo, Abdul Syukur, mengatakan pihaknya berupaya menjaga komunikasi yang terbuka antara warga dan pemerintah provinsi.
Menurutnya, langkah membawa warga langsung ke kantor gubernur dilakukan agar seluruh proses dapat disaksikan langsung oleh masyarakat sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Yang penting bagi kami tidak ada salah paham di masyarakat. Semuanya harus jelas dan transparan. Karena itu kami membawa warga langsung agar mereka bisa mendengar penjelasan secara langsung dari gubernur,” ujarnya.
Warga Terima dengan Lapang Dada
Sebagian besar warga mengaku menerima penertiban kios tersebut dengan lapang dada.
Mereka menyadari bangunan tersebut memang tidak sepenuhnya sesuai dengan aturan yang berlaku, baik dari sisi ketertiban maupun penataan lingkungan. Warga juga mengapresiasi perhatian pemerintah provinsi yang tetap memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.
Meski demikian, sebagian warga mengaku sempat merasa kecewa karena tidak dapat bertemu langsung dengan gubernur saat rombongan melintas di Kantor Desa Cibogo. Salah satunya diungkapkan oleh Mimin, Ketua RT 02 RW 04 Kampung Ciburial, yang sejak pagi menunggu kedatangan gubernur di gerbang kantor desa.
Menurutnya, keinginannya sederhana, yakni hanya ingin melihat secara langsung sosok gubernur yang selama ini hanya ia lihat melalui televisi dan media sosial. Namun demikian, warga tetap mengapresiasi perhatian pemerintah provinsi yang akhirnya menerima mereka secara langsung di Gedung Sate serta memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.***
@Jurnalis HR
#MPNNews #JabarIstimewa #DediMulyadi #GedungSate #Lembang #BandungBarat #DesaCibogo #PenertibanKios #BeritaJabar #InfoBandung #JawaBarat



