MPN.- Camat Cileunyi Cucu Endang, S.Sn., M.Ak , beserta sekretaris kecamatan, Kasi Pemerintahan dan Staf Kecamatan mendampingi Desa Cibiru Wetan dalam lomba Desa/Kelurahan Anugerah Gapura Sri Baduga Tingkat Kabupaten Bandung yang bertempat di Hotel Grand Sunshine Soreang, Kamis (11/09/2025)


Camat Cileunyi mengatakan,” Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mendoakan perwakilan dari Kecamatan Cileunyi, yaitu Desa Cibiru Wetan, dalam lomba Desa/Kelurahan, semoga menjadi ladang amal ibadah dan semoga Desa Cibiru Wetan tidak hanya mewakili Kecamatan Cileunyi, melainkan menjadi perwakilan Kabupaten Bandung menuju lomba Desa/Kelurahan Anugerah Sri Baduga Tingkat Provinsi Jawa Barat dan mendapatkan yang terbaik,” harapnya.


Lomba Sri Baduga, atau lebih tepatnya Anugerah Gapura Sri Baduga, adalah lomba pembangunan desa dan kelurahan se-Jawa Barat yang diselenggarakan oleh pemerintah provinsi. Ajang ini bertujuan mengapresiasi dan mengevaluasi kinerja desa dan kelurahan dalam membangun lingkungan yang bersih, indah, dan partisipatif, serta mengedepankan kepemimpinan lokal yang arif dan bijaksana, terinspirasi dari nilai-nilai kepemimpinan Sri Baduga Maharaja.
Tujuan Anugerah Gapura Sri Baduga:
-Menghargai desa dan kelurahan yang berhasil membangun lingkungannya.
-Memberikan stimulus pembangunan bagi desa dan kelurahan terbaik, dengan nilai besar untuk juara tingkat kabupaten/kota dan provinsi.
-Meneladani nilai-nilai kepemimpinan lokal, seperti Tri Tangtu Di Buana yang mengajarkan keseimbangan pemimpin, rakyat, dan alam.
Lomba ini menilai kinerja desa dan kelurahan secara menyeluruh, meliputi aspek-aspek berikut:
Kesehatan
Infrastruktur dan Lingkungan
Ekonomi
Pendidikan
Sosial Kemasyarakatan
Ketenteraman
Tata Kelola Pemerintahan
Proses penilaian dan evaluasi dimulai dari bulan Agustus dan berakhir pada Desember 2025.
Penilaian dilakukan secara berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten/kota, hingga provinsi.
Proses seleksi menggunakan sistem digital untuk memastikan objektivitas dan transparansi.
Juara lomba akan mendapatkan stimulus pembangunan dalam bentuk program pembangunan yang signifikan.
Mengajak lurah dan camat untuk meningkatkan pelayanan publik dan menangani masalah lokal seperti sampah, banjir, dan kemacetan.
Mendorong desa dan kelurahan untuk memanfaatkan potensi wilayahnya secara optimal.
*(Aspa)*




