Asri Buronan Minyak Ilegal Belum Tertangkap, Formapek Ancam Aksi Lebih Besar ke Mabes Polri

JAMBI.MPN – Gelombang kemarahan pecah di jalanan. Senin (04/05/2026), puluhan aktivis LSM Formapek turun ke jalan dalam aksi yang bukan sekadar demonstrasi biasa—ini adalah ledakan kekecewaan publik terhadap mandeknya penegakan hukum.

Sorotan tajam mereka mengarah pada satu nama: Asri alias Asri Bungo, buronan kasus minyak ilegal yang sudah menyandang status DPO sejak 2023. Namun hingga hari ini, ia masih bebas—seolah hukum tak mampu menyentuhnya.

Situasi ini memantik amarah. Bagi massa aksi, ini bukan sekadar kelalaian, tapi potret nyata lemahnya wibawa hukum.

“Lebih Sakti dari Alung!” — Sindiran Keras yang Menggema

Di tengah orasi yang membakar semangat massa, Ketua Umum Formapek, Barnianto, melontarkan pernyataan yang langsung menyulut perhatian:

“Kami tegaskan! Asri ini lebih sakti dari Alung! Alung yang sempat kabur saja bisa ditangkap. Tapi Asri? Sampai sekarang bebas, seakan tak tersentuh. Ada apa ini?”

Kalimat itu bukan sekadar sindiran—melainkan tamparan terbuka bagi aparat penegak hukum. Publik pun mulai bertanya: apakah ada kekuatan besar di balik sosok ini?

Kinerja Dipertanyakan, Tipidter Diminta ‘Dibongkar’

Tak berhenti pada tuntutan penangkapan, Formapek juga mendesak evaluasi total terhadap kinerja aparat, khususnya unit Tipidter Polres Muaro Jambi.

Menurut mereka, lambannya penanganan kasus ini menimbulkan kecurigaan serius.

“Kami minta evaluasi menyeluruh! Jangan sampai ada oknum yang bermain atau justru melindungi. Ini bukan kasus kecil—ini kejahatan besar yang merugikan negara!”

Nada tegas itu mencerminkan hilangnya kepercayaan. Bagi massa, jika pelaku terus bebas, maka aparat patut dipertanyakan.

Ultimatum untuk Polda: Bertindak atau Hadapi Aksi Lebih Besar

Aksi ini juga menjadi pesan terbuka untuk Polda Jambi: jangan diam.

Formapek menantang keseriusan institusi kepolisian dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.

“Kalau tidak ada tindakan nyata, kami akan lanjutkan aksi ke Mabes Polri. Ini bukan ancaman, ini komitmen!”

Ultimatum itu menandai bahwa tekanan publik tidak akan berhenti di sini.

Rakyat Menunggu Bukti, Bukan Janji

Kasus ini kini telah melampaui ranah hukum—ia menjadi simbol. Simbol apakah hukum benar-benar berdiri tegak, atau justru tunduk pada kekuatan tertentu.

Masyarakat tidak lagi ingin mendengar penjelasan. Mereka menuntut aksi.

Satu suara menggema dari jalanan Jambi:

Tangkap Asri sekarang juga—atau kepercayaan publik yang runtuh!

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *