Tanamkan Jiwa Pemimpin Sejak SD, Guru SDN 118/I Dusun Ampelu: Karakter Lebih Penting dari Sekadar Nilai Akademik

JAMBI.MPN-Kab.Batang Hari – Membentuk generasi yang jujur, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan tidak bisa dimulai ketika seseorang telah dewasa. Nilai-nilai tersebut harus ditanamkan sejak usia dini, terutama di bangku Sekolah Dasar (SD), saat karakter anak sedang berada pada masa pembentukan yang paling menentukan.

Prinsip inilah yang diterapkan di SDN 118/I Dusun Ampelu, Kecamatan Muara Tembesi, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi. Melalui pembinaan organisasi kelas dan pembiasaan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari, para siswa didorong untuk belajar menjadi pemimpin yang berintegritas, mampu bekerja sama, dan siap memikul tanggung jawab.

Guru Kelas V SDN 118/I Dusun Ampelu, Adek Miraini, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa pendidikan kepemimpinan bukan sekadar memilih ketua kelas, tetapi membangun karakter yang akan menjadi bekal anak hingga dewasa.

“Anak-anak perlu memahami bahwa pemimpin bukanlah orang yang paling berkuasa, melainkan mereka yang mampu memimpin dirinya sendiri, bertanggung jawab atas setiap tindakan, serta mampu memberi teladan bagi teman-temannya,” ujarnya kepada awak media, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, pembentukan karakter dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti mengerjakan tugas tepat waktu, menjaga kebersihan kelas, disiplin, berani mengakui kesalahan, serta merawat fasilitas sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.

Tak hanya itu, kemampuan berkomunikasi juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Para siswa dibiasakan menyampaikan pendapat dengan santun, menghargai perbedaan pandangan, mendengarkan teman saat berbicara, serta menjalin hubungan yang baik dengan guru maupun seluruh warga sekolah.

“Jika fondasi ini kuat sejak Sekolah Dasar, saat mereka tumbuh menjadi remaja dan dewasa, mereka akan lebih siap bekerja sama dalam organisasi, mampu menyelesaikan persoalan dengan bijaksana, serta dipercaya memegang amanah di tengah masyarakat,” jelas Adek.

Sebagai sarana belajar kepemimpinan, kelas V SDN 118/I Dusun Ampelu membentuk struktur organisasi kelas yang lengkap. Selain kepengurusan inti yang terdiri dari ketua kelas, wakil ketua, sekretaris, dan bendahara, terdapat pula delapan bidang, yaitu bidang keamanan, kerohanian, seni, olahraga, kebersihan, sosial, upacara, serta kokurikuler.

Melalui pembagian tugas tersebut, setiap siswa memperoleh kesempatan belajar memimpin, bekerja sama, dan bertanggung jawab sesuai amanah yang diberikan.

“Organisasi kelas kami terdiri dari kepengurusan inti dan delapan bidang. Dengan sistem ini, anak-anak belajar menjalankan tugas, berkoordinasi, sekaligus memahami pentingnya tanggung jawab terhadap kelompok,” katanya.

Penerapan pendidikan karakter dan kepemimpinan sejak dini ini sejalan dengan upaya mencetak generasi emas Indonesia yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, integritas, serta jiwa kepemimpinan yang kuat.

“Dengan pendidikan karakter yang konsisten sejak usia dini, kami berharap lahir generasi penerus yang cerdas, beretika, mampu menjadi teladan, dan siap membawa perubahan positif bagi masyarakat, bangsa, dan daerah,” pungkas Adek Miraini.

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *