APPETRA Jabar Sampaikan Keluhan Pedagang Pasar Tradisional dalam Audiensi Bersama Komisi II DPRD Jabar ‎

Bandung, MPN – Senin (11/5/2026), Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional (APPETRA) Jawa Barat menggelar audiensi bersama Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat terkait berbagai persoalan yang dihadapi pedagang pasar tradisional di sejumlah daerah di Jawa Barat. ‎

‎Audiensi tersebut dipimpin Anggota Komisi II DPRD Jabar Bambang Mujiarto, S.T., dan dihadiri para pengurus APPETRA yang dipimpin H. Agus Juandi Fadillah, serta perwakilan para pedagang di antaranya perwakilan Pedagang Pasar Baru Bandung Muhammad Adib, Pedagang Pasar Banjaran Kabupaten Bandung Ibu Sri, dan jajaran pengurus APPETRA Jabar lainnya. ‎ ‎

Dalam kesempatan itu, perwakilan pedagang Pasar Baru Bandung menyampaikan harapan agar lembaga legislatif dapat lebih serius menindaklanjuti berbagai keluhan masyarakat, khususnya persoalan yang dihadapi pedagang pasar tradisional. ‎ ‎“Sebagai masyarakat kami mengharapkan peran legislatif untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat, terutama pedagang pasar tradisional dengan berbagai persoalan, di antaranya.

Pasar Soreang dan Banjaran yang terkesan dipaksakan dalam hal revitalisasi, ada juga Pasar Ciparay dan Majalaya dengan kebijakan yang tidak sejalan dengan para pedagang,” ungkap Ketua APPETRA H. Agus Juandi Fadillah. ‎ ‎Muhammad Adib selaku perwakilan Pedagang Pasar Baru Bandung menyampaikan bahwa pihaknya telah menyerahkan konsep penataan dan solusi terkait pasar tradisional kepada Ketua Komisi II DPRD Jabar. ‎ ‎

“Konsep dari kami sudah diterima Ketua Komisi II Pak Bambang. Konsep tersebut dinilai cukup jelas dan setelah diserahkan akan segera dikaji serta ditindaklanjuti,” ujar Adib. ‎ ‎Sementara itu, perwakilan Pedagang Pasar Banjaran, Ibu Sri, mengungkapkan keluhan terkait kondisi revitalisasi Pasar Banjaran yang dinilai menimbulkan banyak persoalan bagi pedagang existing. ‎

‎“Kami hadir untuk menyampaikan aspirasi terkait carut-marut revitalisasi Pasar Banjaran yang mana banyak keluhan dari para pedagang. Semoga bapak dewan dapat menindaklanjuti persoalan ini,” katanya. ‎ ‎Ketua APPETRA H. Agus Juandi Fadillah menambahkan bahwa pihak DPRD menerima seluruh masukan terkait kondisi pasar tradisional di Jawa Barat, khususnya persoalan pengelolaan pasar dan revitalisasi yang melibatkan pihak ketiga. ‎

‎“Banyak aspirasi yang disampaikan terkait carut-marut pengelolaan pasar dan revitalisasi yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga. DPRD akan menindaklanjuti persoalan ini,” ujarnya. ‎

‎Dalam audiensi tersebut juga muncul rencana pembentukan tim gabungan antara DPRD dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) guna menindaklanjuti berbagai persoalan pasar tradisional yang dikeluhkan para pedagang. ‎ ‎Selain persoalan revitalisasi, APPETRA Jabar juga menyoroti pentingnya pembenahan infrastruktur pasar tradisional. ‎ ‎

Pembenahan fisik fasilitas dan sarana dasar dinilai sangat diperlukan untuk mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan operasional sehari-hari di lingkungan pasar. ‎ ‎Perbaikan infrastruktur menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat luas lebih tertarik berbelanja ke pasar tradisional. ‎ ‎

Kondisi fasilitas yang nyaman, aman, bersih, dan tertata diyakini dapat meningkatkan daya saing pasar tradisional di tengah perkembangan pasar modern. ‎ ‎

APPETRA Jabar sendiri menegaskan pentingnya perlindungan terhadap pasar tradisional sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan serta meminta pemerintah lebih berpihak kepada pedagang kecil agar tetap dapat bertahan di tengah berbagai perubahan kebijakan dan revitalisasi pasar. ***

#APPETRA#APPETRAJabar#PasarTradisional#PedagangPasar#DPRDJabar#KomisiIIDPRDJabar#JawaBarat#RevitalisasiPasar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *