Bappenas Tinjau Program Pemberdayaan Lingkungan di Desa Jayagiri Lembang, Dorong Pengembangan Biogas, Stevia dan Ekonomi Desa

BANDUNG BARAT | MPN – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) melalui Direktorat Kemandirian Sosial dan Ekonomi melakukan kunjungan lapangan dan diskusi bersama Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH) Jawa Barat di Pesantren Alam Jayagiri, Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas Maliki, ST, MSIE, Ph.D, Direktur Kemandirian Sosial dan Ekonomi Bappenas Dinar Dana Kharisma, S.E., MALD., Ph.D, Kepala Desa Jayagiri H. Cece Wahyudin, S.IP, Ketua Forum Penyelamat Lingkungan Hidup (FPLH) Jawa Barat Thio Setiowekti, Dr. Saut Sagala selaku Project Team Leader, Prof. Dr. Ir. Lienda Aliwarga, M.Eng dari ITB, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Pertemuan yang berlangsung di lingkungan Pesantren Alam Jayagiri pimpinan Ustaz Yusuf tersebut bertujuan memperkuat pemahaman dan merumuskan langkah strategis pemberdayaan ekonomi masyarakat desa yang mendukung transisi energi berkeadilan, energi terbarukan, serta pelestarian lingkungan hidup.

Dalam paparannya Direktur Kemandirian Sosial dan Ekonomi Bappenas, Dinar Dana Kharisma, mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyusun kebijakan yang berbasis kebutuhan masyarakat dan kondisi nyata di lapangan.

“Kami membuat kebijakan untuk masyarakat. Forum Penyelamat Lingkungan Hidup sudah bergerak dan menunjukkan berbagai praktik baik di lapangan. Harapan kami dapat mempelajari lebih lanjut berbagai peluang pengembangan agar program yang berjalan bisa semakin berkembang,” ujarnya.

Menurut Dinar, pihaknya ingin melihat secara langsung dampak berbagai program yang telah dilaksanakan FPLH bersama masyarakat serta memahami potensi yang dapat dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor.

“Kami mendengarkan paparan dari Pak Tio dan ingin memahami lebih lanjut kegiatan yang telah dilaksanakan. Kami ingin mempelajari lebih dalam berbagai model pemberdayaan yang sudah berjalan. Dalam proses ini kami juga bermitra dengan universitas, Forkopimda, serta berbagai organisasi penelitian.

Melalui diskusi ini kami ingin menggali informasi, bertanya, dan memperoleh masukan yang dapat menjadi bahan pengembangan kebijakan ke depan,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas, Maliki, ST, MSIE, Ph.D, berharap program yang sedang dikembangkan di Jayagiri dapat menghasilkan kemajuan yang berkelanjutan.

“Semoga dalam waktu dekat menghasilkan progres yang terus menerus dengan project ini. Tugas ini saya serahkan kepada Mas Dinar, tetapi saya juga akan terus ke sini untuk memantau perkembangannya. Bahkan bukan hanya di Lembang, program seperti ini harus bisa berkembang hingga ke berbagai daerah lain, termasuk sampai ke Nusa Tenggara Timur,” ujar Maliki.

Di kesempatan yang sama, akademisi ITB Prof. Dr. Ir. Lienda Aliwarga, M.Eng mengungkapkan bahwa kerja sama dengan FPLH telah berlangsung sejak tahun 2021. “Kami bermitra dengan Pak Tio dan Pak Dede dari Forum Penyelamat Lingkungan Hidup sejak 2021. Bersama-sama kami mengembangkan berbagai program seperti budidaya maggot, pengembangan rumput pakan ternak, hingga biogas,” jelasnya.

Saat ini, lanjut Lienda, tim peneliti ITB juga tengah mengembangkan tanaman Stevia dengan tingkat kemanisan yang lebih tinggi sehingga memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua FPLH Jawa Barat Thio Setiowekti memaparkan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang telah berjalan, mulai dari pengelolaan lingkungan, pengembangan energi alternatif, hingga program ekonomi produktif berbasis masyarakat yang melibatkan warga setempat.

Kepala Desa Jayagiri H. Cece Wahyudin, S.IP menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Bappenas, ITB, dan FPLH terhadap pembangunan masyarakat di wilayahnya.

“Kami merasa bersyukur dan berterima kasih kepada Bu Linda serta tim dari Bappenas. Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya dan berharap kolaborasi ini terus berlanjut bersama Pemerintah Desa Jayagiri,” katanya.

Cece menjelaskan bahwa Desa Jayagiri merupakan desa dengan jumlah penduduk terbesar di Kecamatan Lembang, mencapai sekitar 20 ribu jiwa. Namun demikian, sekitar 10 persen masyarakat masih masuk kategori miskin ekstrem, sehingga membutuhkan berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan.

“Mayoritas masyarakat kami berprofesi sebagai petani dan peternak. Karena itu program biogas dan pupuk cair sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat di sini,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penyelamatan lingkungan mengingat wilayah Jayagiri memiliki kawasan hutan yang cukup luas dan sempat menghadapi tantangan akibat aktivitas wisata dan jalur motor dan mobil off-road yang masuk ke kawasan hutan.

“Ini menjadi ironi ketika pemerintah sedang gencar menyelamatkan lingkungan. Alhamdulillah sekarang aktivitas offroad sudah mulai dieliminisir. Kami berterima kasih atas program-program yang berjalan dan berharap dapat lebih maksimal lagi melibatkan warga Desa Jayagiri,” ungkapnya.

Menurut Cece, pengembangan biogas dan pupuk cair memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung sektor pertanian dan peternakan yang menjadi tulang punggung ekonomi desa.

Ia berharap program tersebut dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak masyarakat, termasuk Pesantren Alam Jayagiri, yang saat ini tengah dikembangkan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan.

“Saya juga sudah menyiapkan lahan di Jayagiri untuk ditanami Stevia. Semoga ada dukungan yang berkelanjutan untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk pengembangan biogas dan pupuk cair yang sangat berkorelasi dengan kebutuhan petani di sini,” tambahnya.

Cece juga mengungkapkan bahwa Jayagiri memiliki komoditas unggulan berupa cabai dan stroberi yang telah menembus pasar ekspor ke Taiwan, Singapura, Malaysia, dan sejumlah negara Asia lainnya.

“Potensi pertanian kami sangat besar. Karena itu kami berharap sinergi antara pemerintah, akademisi, masyarakat, dan berbagai lembaga dapat terus diperkuat sehingga program pemberdayaan ekonomi dan pelestarian lingkungan benar-benar memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” pungkasnya.***

(Red/MPN)

#MPNNews #Bappenas #Jayagiri #Lembang #BandungBarat #FPLH #PesantrenAlamJayagiri #PemberdayaanMasyarakat #EnergiTerbarukan #Biogas #Stevia #ITB #Maliki #DinarDanaKharisma #LiendaAliwarga #ThioSetiowekti #SautSagala #EkonomiDesa #PelestarianLingkungan #TransisiEnergi #KetahananPangan #PertanianIndonesia #PeternakanIndonesia #JawaBaratMaju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *