JAMBI.MPN – Aksi penyampaian aspirasi masyarakat dari Kelurahan Aur Kenali, Banyumas, Penyengat Rendah, dan Mendalo Laut, Jumat (21/8/2026), berujung memanas. Ketegangan terjadi setelah muncul dugaan tindakan provokasi dan pengusiran terhadap massa aksi serta awak media yang berada di lokasi untuk melakukan peliputan.
Situasi yang semula berlangsung sebagai penyampaian aspirasi berubah tegang setelah seorang pria yang disebut sebagai petinggi PT AJC, berinisial FDY S.T., diduga terlibat dalam tindakan yang memicu emosi massa.
Berdasarkan rekaman video yang beredar, FDY S.T. terlihat berada di sekitar pagar lokasi aksi. Dalam rekaman tersebut, ia diduga meminta sejumlah orang yang berada di bawah kendalinya untuk membuka pagar sekaligus melepaskan tenda yang digunakan warga sebagai tempat berteduh selama aksi berlangsung.
Tenda tersebut disebut merupakan milik warga.
Perintah untuk melepaskan tenda itulah yang kemudian memancing reaksi dari massa. Sejumlah warga berupaya meminta agar tindakan tersebut dihentikan karena dikhawatirkan semakin memperkeruh situasi.
Salah seorang warga berinisial ERF dan awak media berinisial SS terdengar meminta agar tidak ada tindakan yang dapat memancing emosi massa. Adu mulut kemudian terjadi dan suasana di sekitar lokasi aksi semakin memanas.
Aksi Damai Jangan Berubah Menjadi Arena Benturan
Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena masyarakat datang untuk menyampaikan aspirasi, sementara awak media berada di lokasi untuk menjalankan fungsi jurnalistik dan merekam fakta yang terjadi di lapangan.
Munculnya dugaan tindakan provokasi justru berpotensi memperbesar ketegangan antara masyarakat dan pihak perusahaan.
Masyarakat meminta aparat keamanan tidak hanya mengamankan lokasi, tetapi juga memastikan setiap dugaan tindakan yang memicu kericuhan diperiksa secara objektif.
Rekaman video yang beredar dinilai dapat menjadi salah satu bahan awal untuk mengklarifikasi siapa melakukan apa dan dalam konteks apa.
Warga juga berharap tidak ada pihak yang diperlakukan berbeda dalam proses penanganan perkara.
APH Diminta Jangan Tutup Mata
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum (APH) untuk memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat dalam insiden tersebut, termasuk dugaan provokasi maupun tindakan terhadap fasilitas yang digunakan massa aksi.
“Kalau memang ada dugaan tindakan yang memicu kericuhan, jangan hanya warga yang diperiksa. Semua pihak harus dilihat secara objektif,” demikian inti tuntutan masyarakat di lokasi.
Selain itu, dugaan pengusiran atau penghalangan terhadap awak media juga dinilai perlu diklarifikasi. Jurnalis yang berada di lokasi memiliki kepentingan untuk memperoleh informasi dan mendokumentasikan jalannya aksi secara faktual.
Karena itu, masyarakat meminta aparat memastikan proses pengamanan tidak berubah menjadi pembatasan terhadap kerja jurnalistik.
PT AJC dan FDY S.T. Diminta Beri Penjelasan
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh klarifikasi resmi dari pihak PT AJC maupun FDY S.T. mengenai dugaan provokasi, permintaan pelepasan tenda, serta ketegangan yang terekam dalam video tersebut.
Konfirmasi dari pihak perusahaan penting agar publik memperoleh gambaran utuh dan tidak hanya mendengar versi dari satu pihak.
Berita ini disusun berdasarkan informasi dan rekaman yang beredar. Seluruh pihak yang disebut tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi, dan asas praduga tak bersalah tetap dikedepankan sampai terdapat hasil pemeriksaan atau keterangan resmi dari pihak berwenang.
(Susi Lawati)




