Eco Urban Farming, Gebrakan Hijau Dosen UNJA Ubah Sampah Jadi Cuan di Desa Sebapo

JAMBI.MPN-Kab.Muaro Jambi – Desa Sebapo, Kecamatan Mestong, mendadak jadi pusat perhatian! Pada Kamis (2/10/2025), tim dosen Fakultas Pertanian Universitas Jambi (UNJA) mengguncang warga lewat program Eco Urban Farming: Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Pertanian Perkotaan. Program ini bukan sekadar sosialisasi biasa, melainkan terobosan nyata yang menyulap tumpukan sampah rumah tangga menjadi emas hijau bernilai ekonomi tinggi.

Dipimpin langsung oleh Dr. Ir. Yanuar Fitri, M.Si, bersama sederet akademisi tangguh seperti Ir. Yusma Damayanti, M.Si, Ir. Dewi Sri Nurchaini, M.P, Ir. Elwamendri, M.Si, Yulisimi, S.P., M.Si, hingga Riri Oktari Ulma, S.P., M.Si., tim dosen ini turun langsung ke lapangan memberi “senjata” baru bagi masyarakat: ilmu praktis mengubah limbah organik menjadi pupuk, media tanam, hingga sumber pangan mandiri.

“Sampah tidak lagi jadi masalah, melainkan peluang! Melalui Eco Urban Farming, masyarakat dapat mengolah sampah organik jadi pupuk dan tanaman produktif. Ini solusi hijau yang sekaligus bisa menambah penghasilan,” tegas Dr. Yanuar Fitri, disambut tepuk tangan warga.

Tak hanya bicara, kegiatan ini penuh aksi nyata! Mulai dari pelatihan pembuatan pupuk organik cair dan padat, praktik pemanfaatan pekarangan untuk tanaman hortikultura, hingga edukasi pemilahan sampah sejak dari rumah. Warga pun diperkenalkan pada konsep pertanian perkotaan ramah lingkungan yang cocok diterapkan di lahan sempit sekalipun.

Kepala Desa Sebapo, Asmara Dewi, mengaku kagum. “Program ini membuat warga sadar bahwa sampah bukan lagi sumber masalah, melainkan berkah. Lingkungan bersih, pangan tersedia, ekonomi pun bergerak,” ujarnya. Bahkan Direktur BUMDes Desa Ibru, Anggroro Kasih, melihat peluang besar menjadikan program ini sebagai unit usaha desa berbasis lingkungan, seperti produksi pupuk organik dan pembibitan tanaman.

Ketua Bank Sampah Sebapo, Irfan, menambahkan bahwa kegiatan ini memperkuat kolaborasi warga. “Bank sampah jadi makin hidup! Masyarakat kini punya kesadaran memilah dan mengelola sampah lebih optimal,” katanya penuh semangat.

Tak kalah menarik, ibu-ibu rumah tangga di RT 04 terlihat antusias hingga akhir acara. Salah satu peserta bahkan mengaku lega. “Biasanya bingung buang sampah. Sekarang malah bisa bikin pupuk dan nanam sayur di rumah. Hemat, sehat, untung pula,” ujarnya.

Dengan semangat kolaborasi antara akademisi dan masyarakat, Desa Sebapo kini punya senjata hijau menghadapi masalah sampah sekaligus memperkuat ketahanan pangan. Eco Urban Farming bukan hanya program, tapi gerakan revolusioner yang bisa jadi model bagi desa-desa lain di Jambi bahkan Indonesia!

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *