Gerakan “Sabuk Leuweung” di Lembang: Sinergi Wujudkan Hutan Lestari dan Produktif

Bandung Barat, MPN — Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Kehutanan menggelar kegiatan penanaman pohon dalam rangka mendukung program “Gerakan Leuweung Hejo” di kawasan Blok Ciburial, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 40/KH.05.06/PEREK tentang Gerakan Leuweung Hejo serta Nomor 37/PEM.014.04/BPBD terkait pengendalian pemanfaatan lahan pada lereng curam, sebagai upaya pengurangan risiko bencana melalui konservasi tanah dan air dengan penanaman sabuk vegetasi atau green belt.

Sejumlah unsur lintas sektor turut terlibat dalam kegiatan tersebut, mulai dari instansi pusat, pemerintah daerah, BUMN/BUMD hingga masyarakat. Di antaranya Balai Besar POM, BPDAS Citarum-Ciliwung, BPBD Jawa Barat, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV, jajaran Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, TNI/Polri, hingga Pemerintah Desa Cibogo.

Tak hanya itu, Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat dan Banten, Perum Jasa Tirta II, PT Bank BJB melalui program CSR, kelompok tani “Cibogo Mandiri”, tokoh masyarakat, serta Karang Taruna Desa Cibogo juga turut ambil bagian.

Suasana kegiatan berlangsung penuh kebersamaan. Warga dan para pejabat terlihat berbaur tanpa sekat, bersama-sama mendaki perbukitan untuk menanam pohon. Semangat gotong royong tampak jelas, meski harus menghadapi medan yang cukup menantang.

Jenis tanaman yang ditanam merupakan tanaman produktif seperti alpukat, jeruk, dan kopi. Selain berfungsi sebagai penahan erosi dan mitigasi bencana longsor serta banjir, tanaman tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomi masyarakat di masa depan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Dodit Ardian Pancapana, menyampaikan bahwa program ini dikenal sebagai “Sabuk Leuweung” atau sabuk hutan (green belt) yang berfungsi menjaga stabilitas lingkungan di wilayah rawan bencana.

“Program ini penting untuk mencegah longsor dan banjir. Selain konservatif, tanaman yang ditanam juga produktif sehingga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini akan dilaksanakan rutin setiap hari Jumat dengan target penanaman sekitar 100 meter per minggu.

Dalam kurun empat tahun ke depan, hasilnya diharapkan sudah bisa dirasakan secara nyata.
Camat Lembang, Bambang Eko, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Menurutnya, langkah ini sangat relevan mengingat wilayah Lembang kerap dilanda bencana longsor dan banjir.

“Ini bukan sekadar penghijauan, tapi upaya nyata melindungi masyarakat dari risiko bencana,” katanya.
Kapolsek Lembang, AKP Dana Suhenda, menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga lingkungan, khususnya di wilayah rawan seperti Cikahuripan dan Sukajaya.

“Kegiatan ini harus berkelanjutan karena menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Perwakilan TNI dari Sektor 8 Citarum Harum, Serma Sukaedi, juga menekankan pentingnya menjaga kawasan hulu sebagai kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan.
“Kalau hulunya tidak dijaga, upaya menjaga sungai tidak akan maksimal,” ungkapnya.

Kepala Desa Cibogo, Abdul Syukur, mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan seluruh pihak yang terlibat. Ia berharap program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami siap mendukung penuh, ini bukan hanya soal lingkungan tapi juga ekonomi warga,” tuturnya.

Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyampaikan seruan dalam bahasa Sunda sebagai simbol harapan:
“Pageuh akarna, badag kaina, gomplok daunna, leubeut buahna, panjang umur anu melakna, panjang umur anu dipeulakna, leuweung hejo, masyarakat ngejo.”

Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun masa depan yang hijau dan berkelanjutan.***

@HR
#GerakanLeuweungHejo #SabukLeuweung #Lembang #BandungBarat #JawaBarat #Penghijauan #CegahLongsor #CegahBanjir #LingkunganHidup #Konservasi #GotongRoyong #MPNNews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *