Gudang “Siluman” PT TNM Diduga Pindah Diam-Diam ke Jaluko, Publik Tantang Ketegasan Kapolres Muaro Jambi!

JAMBI.MPN-Kab.Muaro Jambi – Aroma permainan “kucing-kucingan” bisnis Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal kembali menyeruak di Provinsi Jambi. Kali ini, sorotan tajam mengarah kepada truk tangki biru putih milik PT Tri Mitra Niaga Mandiri (PT TNM) yang diduga diam-diam memindahkan aktivitas operasional gudangnya demi menghindari pantauan media, masyarakat, hingga aparat penegak hukum.

Perusahaan yang disebut-sebut milik pengusaha berinisial (H) itu kini dikabarkan telah menggeser titik operasional ke kawasan Jambi Luar Kota (Jaluko), Kabupaten Muaro Jambi. Informasi tersebut sontak memicu kegelisahan warga dan memancing pertanyaan besar: ada apa sebenarnya di balik perpindahan mendadak itu?

Berdasarkan penelusuran di lapangan, perpindahan ini diduga bukan tanpa alasan. Sebelumnya, aktivitas PT TNM di wilayah Kumpeh sempat menjadi sorotan keras publik setelah muncul dugaan bahwa gudang mereka beroperasi tanpa izin produksi maupun izin operasional resmi untuk aktivitas bongkar muat BBM.

Tak hanya soal legalitas yang dipertanyakan, keberadaan armada tangki bertonase besar milik perusahaan tersebut juga dituding menjadi biang kerok rusaknya infrastruktur jalan kampung di wilayah Kumpeh. Jalan yang sebelumnya menjadi akses utama masyarakat disebut hancur akibat lalu lalang kendaraan berat perusahaan.

Warga mengaku kecewa lantaran kerusakan jalan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat, sementara tanggung jawab dari pihak perusahaan dinilai tidak pernah jelas.

Kini, dugaan perpindahan operasional ke Jaluko justru membuat masyarakat semakin curiga. PT TNM diduga sengaja berpindah wilayah untuk menghindari sorotan dan memperpanjang praktik operasional yang dianggap bermasalah.

Padahal, aktivitas bongkar muat BBM tanpa pengawasan ketat dan izin resmi bukan perkara sepele. Risiko kebakaran, ledakan, hingga pencemaran lingkungan menjadi ancaman nyata yang dapat membahayakan keselamatan warga sekitar.

Situasi ini membuat tekanan publik kini mengarah langsung kepada aparat penegak hukum, khususnya Kapolres Muaro Jambi. Masyarakat menantang keberanian aparat untuk bertindak tegas tanpa pandang bulu terhadap dugaan aktivitas ilegal tersebut.

“Jangan sampai wilayah Jaluko dijadikan tempat persembunyian baru. Polisi harus segera turun tangan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau dulu di Kumpeh jalan sampai rusak parah, sekarang jangan sampai masyarakat Jaluko jadi korban berikutnya,” tegas salah seorang warga yang mengikuti perkembangan kasus ini.

Masyarakat juga mempertanyakan apakah dugaan aktivitas PT TNM benar-benar akan diproses secara hukum, atau justru kembali lolos tanpa tindakan berarti.

Sorotan publik kini semakin tajam. Inisial (H) sebagai terduga pemilik perusahaan ikut menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Desakan agar aparat melakukan investigasi menyeluruh pun terus menggema.

Hingga berita ini diterbitkan, tim media masih terus melakukan penelusuran guna memastikan titik pasti lokasi gudang baru yang diduga berada di kawasan Jaluko. Upaya konfirmasi kepada (H) manajemen PT TNM, serta pihak Polres Muaro Jambi juga masih terus dilakukan demi menjaga keberimbangan informasi dan menjunjung asas praduga tak bersalah.

(Susi Lawati/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *