JAMBI.MPN-Kab.Sarolangun – Ancaman kejahatan digital kian nyata dan menyasar semua kalangan. Menjawab situasi tersebut, Kanit Tipidter Satreskrim Polres Sarolangun, IPDA Gagah Tegar Dwitama, turun langsung mengedukasi masyarakat terkait pencegahan penipuan online dan kejahatan siber, Rabu (26/2/2026).
Kegiatan yang digelar di wilayah hukum Polres Sarolangun ini bukan sekadar sosialisasi biasa. Dengan bahasa yang lugas dan contoh kasus nyata, IPDA Gagah membedah berbagai modus kejahatan digital yang saat ini marak terjadi dan terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
“Pelaku kejahatan siber semakin canggih. Mereka memanfaatkan media sosial, aplikasi perpesanan, bahkan menyamar sebagai pihak resmi untuk meyakinkan korban,” tegasnya di hadapan warga.
Modus yang Paling Banyak Menjerat Korban
Dalam pemaparannya, sejumlah modus yang kerap dilaporkan masyarakat antara lain:
Penipuan jual beli online dengan iming-iming harga murah
Investasi bodong dengan janji keuntungan tidak masuk akal
Pinjaman online ilegal yang mencekik dan menyalahgunakan data pribadi
Phishing atau pencurian data melalui tautan palsu
Menurutnya, banyak korban terjebak karena tergiur keuntungan cepat atau panik saat menerima pesan mendesak yang seolah-olah berasal dari pihak bank atau instansi resmi.
“Jangan pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun. Itu kunci utama akun kita. Sekali diberikan, pelaku bisa mengambil alih seluruh akses,” jelasnya dengan nada mengingatkan.
Literasi Digital Jadi Benteng Pertahanan
Selain mengingatkan agar tidak mudah percaya pada tawaran menggiurkan, masyarakat juga diedukasi pentingnya:
Menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda di setiap akun
Mengaktifkan verifikasi dua langkah
Memastikan legalitas platform sebelum bertransaksi
Tidak sembarang mengklik tautan yang mencurigakan
Respons warga dan awak media yang hadir pun sangat positif. Banyak peserta mengaku baru memahami bahwa tindakan sederhana seperti membagikan data pribadi di media sosial bisa menjadi pintu masuk kejahatan.
Komitmen Preventif Polres Sarolangun
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polres Sarolangun dalam mengedepankan langkah preventif guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Edukasi akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar warga semakin bijak dan waspada dalam memanfaatkan teknologi.
Di tengah derasnya arus digitalisasi, pesan yang disampaikan sederhana namun krusial: waspada sebelum terlambat. Karena dalam dunia siber, satu klik yang ceroboh bisa berujung kerugian besar.
(Susi Lawati)




