JAMBI.MPN – Ketegangan mulai terasa di Kota Jambi. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Jambi melontarkan ultimatum keras kepada manajemen Bank 9 Jambi. Jika dalam waktu 7×24 jam tidak ada penjelasan terbuka kepada publik, organisasi mahasiswa tersebut mengancam akan menggelar aksi besar-besaran yang berpotensi mengguncang kota.
Ultimatum ini muncul setelah PMII mengaku menerima banyak laporan masyarakat yang mengeluhkan kesulitan menarik uang tabungan mereka. Kondisi tersebut memicu kecurigaan adanya kelalaian manajerial serta lemahnya pengawasan di internal bank milik daerah tersebut.
Ketua PC PMII Kota Jambi, M. Basir Sumardi, menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan daerah.
“Kami tidak bisa membiarkan Bank 9 Jambi terus dikelola dengan pola komunikasi yang tertutup dan penuh kelalaian. Ini bank milik rakyat Jambi, bukan milik segelintir elite,” tegas Basir, Sabtu (7/3/2026).
Menurut Basir, kepercayaan masyarakat terhadap bank daerah tersebut saat ini sedang berada di titik kritis. Jika tidak segera dijawab secara transparan, kondisi ini berpotensi memicu krisis kepercayaan yang lebih luas.
Ia bahkan secara terbuka meminta evaluasi total terhadap jajaran pimpinan Bank 9 Jambi, karena dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan serta menjaga profesionalisme lembaga.
“Kalau pimpinan yang ada sekarang tidak mampu menjaga standar profesionalisme dan akuntabilitas, maka langkah paling logis adalah perombakan total struktur pimpinan. Ganti saja dari atas sampai bawah,” ujarnya dengan nada tegas.
PMII juga memberikan tenggat waktu tegas selama 7×24 jam kepada manajemen Bank 9 Jambi serta para pemegang saham untuk memberikan klarifikasi kepada publik terkait persoalan yang mencuat.
Dalam kurun waktu tersebut, PMII menuntut adanya:
Penjelasan terbuka kepada masyarakat mengenai kondisi yang terjadi.
Transparansi penuh terkait keluhan nasabah.
Evaluasi dan perombakan pimpinan yang dianggap bertanggung jawab.
Basir memperingatkan, jika tuntutan tersebut diabaikan, PMII tidak akan ragu menggerakkan aksi massa besar-besaran.
“Jika dalam 7×24 jam tidak ada jawaban konkret dan transparan, jangan salahkan kami jika gelombang aksi mahasiswa turun ke jalan. Kami akan berdiri di barisan rakyat dan mengawal persoalan ini sampai ada perubahan nyata di tubuh Bank 9 Jambi,” tegasnya.
Ancaman mobilisasi massa dari organisasi mahasiswa terbesar tersebut diprediksi bisa menjadi tekanan serius bagi manajemen Bank 9 Jambi. Jika tuntutan itu tidak segera direspons, bukan tidak mungkin aksi demonstrasi besar akan mewarnai jalanan Kota Jambi dalam waktu dekat.
Kini publik menunggu: akankah Bank 9 Jambi membuka semuanya secara transparan, atau justru menghadapi gelombang protes mahasiswa dan masyarakat?
(Susi Lawati)



