JAMBI.MPN — Aula Lokamanginti Mapolresta Jambi hari ini menjadi saksi hadirnya tim elit dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri. Misi mereka jelas: melakukan penelitian mendalam bertajuk “Evaluasi Kendaraan Dinas Operasional Kepolisian pada Fungsi Samapta dan Binmas di Satuan Kewilayahan” sebuah langkah strategis yang diyakini bakal menentukan arah modernisasi armada kepolisian hingga dua dekade ke depan. Rabu 13 Agustus 2025
Dipimpin langsung oleh Kombes Pol Guno Pitoyo, S.I.K., M.H., tim ini hadir bersama jajaran penting, termasuk Kompol Enggar Agni Wibowo, S.Kom., M.H., Iptu Kandaka Wusko, S.T., dan Prof. Dr. Suryadi, M.T. selaku konsultan akademik. Kehadiran tokoh akademisi ini menandai keseriusan Polri untuk meramu kebijakan berbasis data ilmiah, bukan sekadar laporan rutin.
Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K., M.H. melalui Kasi Humas IPDA Deddy Haryadi menegaskan, kendaraan dinas operasional adalah urat nadi mobilitas Polri—mulai dari patroli, pengawalan, hingga respons cepat terhadap situasi darurat. “Namun di lapangan, kami masih menghadapi tantangan: dari kerusakan mesin, medan berat, keterbatasan perawatan, sampai minimnya teknologi pendukung,” ujarnya.
Tak sekadar mencatat keluhan, penelitian ini menggabungkan dua metode:
Kuantitatif melalui kuesioner online kepada personel pengguna kendaraan.
Kualitatif lewat wawancara mendalam dengan anggota berpengalaman.
Hasilnya nanti akan menjadi senjata strategis Polri untuk:
Menyusun skema perawatan berkala yang lebih efektif.
Mengadakan kendaraan sesuai karakter wilayah dan medan.
Meningkatkan keselamatan, performa, serta kelengkapan teknologi armada sesuai standar Minimum Essential Police Equipment (MEPE).
Kegiatan ini juga selaras dengan Grand Strategi Polri 2025–2045 pada pilar Teknologi, Infrastruktur, dan Logistik, yang fokus mendorong modernisasi Alat Material Khusus (Almatsus).
“Dengan penelitian ini, kami berharap setiap kendaraan dinas bukan hanya bisa berjalan, tapi juga menjadi kekuatan penuh yang siap mendukung tugas kepolisian di mana pun, kapan pun,” tegas IPDA Deddy.
Langkah ini menandai era baru: dari sekadar armada dinas menjadi ‘taring’ mobilitas Polri di lapangan.
(Shee)




