JAMBI.MPN-Kab.Sarolangun – Drama panjang teror pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Sarolangun, Batanghari, dan Merangin akhirnya menemui titik akhir. Seorang pria berinisial AR (37), warga Desa Rangkiling Simpang, Kecamatan Mandiangin, yang dikenal licin bak belut, akhirnya berhasil ditangkap tim gabungan Macan Pseko dan Unit Reskrim Polsek Mandiangin.
AR bukanlah pelaku sembarangan. Dari hasil interogasi, ia mengakui sudah lebih dari 20 kali beraksi lintas kabupaten. Aksi nekatnya kerap membuat warga resah dan was-was meninggalkan kendaraan walau hanya sebentar.
Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.IK, MH melalui Kapolsek Mandiangin AKP Wahyu Seno mengungkapkan, penangkapan dilakukan pada Kamis (11/9/2025) sekitar pukul 07.00 WIB setelah polisi menerima informasi masyarakat. “Saat digerebek di rumahnya, pelaku tak berkutik dan langsung diamankan bersama barang bukti,” tegasnya.
Kasus ini bermula dari laporan korban bernama EH, yang kehilangan sepeda motor Yamaha Jupiter Z1 di halaman Masjid Al Jihad Desa Rangkiling Bakti pada Juni lalu. Saat itu, motor diparkir sebentar, namun saat pemilik bangun untuk melanjutkan perjalanan, kendaraan sudah raib. Kerugian ditaksir mencapai Rp15 juta.
Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti:
1 unit Yamaha Jupiter Z1 tahun 2021 warna hitam lis kuning
1 buah BPKB asli motor
1 unit handphone Oppo A16
1 kunci motor Jupiter Z1
Tak tanggung-tanggung, AR dengan santai mengaku sudah beraksi puluhan kali, menggasak motor warga dari tiga kabupaten berbeda.
Kini, pria yang dijuluki warga sebagai “Raja Curanmor” itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.
Kapolsek Mandiangin AKP Wahyu Seno menegaskan pihaknya tidak main-main dalam menindak pelaku kejahatan jalanan. “Ini bukti komitmen kami menjaga kamtibmas. Tak ada ruang bagi pelaku kriminal untuk berkeliaran di Sarolangun dan sekitarnya. Kami pastikan mereka akan diburu sampai ke ujung dunia,” tegasnya.
(Susi Lawati/Humas Polres Sarolangun)




