JAMBI.MPN-Kab.Sarolangun – Upaya menjaga keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan terus diperketat. Polres Sarolangun bersama jajaran Lapas Kelas IIB Sarolangun menggelar razia gabungan besar-besaran di blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), Senin (6/4/2026) pagi.
Razia yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini berlangsung dalam pengamanan ketat dan penuh disiplin. Sebanyak 43 personel gabungan diterjunkan, melibatkan unsur Polres Sarolangun, petugas Lapas, Polsek Kota Sarolangun, hingga personel TNI dari Koramil setempat.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Sarolangun, Kompol Angga Luvyanto, S.H., M.H., yang menekankan pentingnya profesionalisme dan pendekatan humanis dalam setiap tahapan penggeledahan.
“Laksanakan tugas sesuai SOP, tetap humanis, namun jangan lengah. Pengamanan harus maksimal dan situasi harus terus dipantau agar tidak terjadi gesekan,” tegasnya saat apel kesiapan.
Penggeledahan Menyeluruh, Hasilnya “Bersih”
Petugas menyisir setiap sudut blok hunian dengan teliti. Sasaran utama meliputi barang-barang terlarang seperti senjata tajam, alat komunikasi ilegal, narkotika, hingga benda lain yang berpotensi mengganggu keamanan lapas.
Namun hasilnya cukup mengejutkan.
Dari razia menyeluruh tersebut, tidak ditemukan satu pun pelanggaran berat. Tidak ada senjata tajam, tidak ada ponsel ilegal, dan tidak ditemukan narkotika di dalam blok hunian.
Barang-barang yang diamankan hanya sebatas perlengkapan pribadi milik warga binaan, seperti alat makan, alat tulis, parfum, deodoran, dan alat cukur—yang seluruhnya tidak membahayakan.
Situasi Kondusif Tanpa Gesekan
Selama proses berlangsung, situasi tetap terkendali. Tidak ada perlawanan dari warga binaan, dan seluruh kegiatan berjalan tertib hingga selesai pada pukul 10.00 WIB.
Kondisi ini menjadi indikator bahwa pengawasan internal Lapas Sarolangun berjalan cukup baik, sekaligus menunjukkan sinergi yang solid antara aparat kepolisian, petugas lapas, dan unsur TNI.
Komitmen Jaga Lapas Tetap Steril
Polres Sarolangun menegaskan bahwa razia seperti ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah preventif untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap steril dari barang-barang terlarang.
“Kegiatan ini akan terus dilakukan secara berkala sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas,” ujar Kabag Ops menutup kegiatan.
Dengan hasil “zero pelanggaran berat”, razia ini menjadi bukti bahwa pengawasan terpadu mampu menciptakan kondisi lapas yang aman, tertib, dan kondusif—sekaligus menutup celah masuknya barang ilegal dari luar.
(Susi Lawati)




