JAMBI.MPN — Komitmen menjaga jantung hutan Sumatera kian menguat. Sekretariat Bersama Pengelolaan Sumber Daya Hutan (Sekber PSDH) Provinsi Jambi resmi dikukuhkan pada Rabu malam, 28 Januari 2026, pukul 21.00 WIB. Pengukuhan dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jambi mewakili Gubernur Jambi selaku Pembina Sekber PSDH, berdasarkan Keputusan Gubernur Jambi Nomor 65/KEP.GUB/DISHUT/2026 tertanggal 27 Januari 2026, untuk masa bakti 2026–2029.
Pengukuhan ini menandai lahirnya sebuah forum kolaboratif lintas sektor yang mempertemukan pemerintah, organisasi masyarakat sipil (NGO), perguruan tinggi, hingga sektor swasta di bidang kehutanan. Sebuah ikhtiar bersama untuk menjawab tantangan besar krisis ekologis yang kian nyata di Pulau Sumatera.
Sekber PSDH Jambi lahir dari keprihatinan kolektif atas meningkatnya bencana lingkungan—mulai dari deforestasi, kebakaran hutan dan lahan, banjir, hingga hilangnya keanekaragaman hayati—yang berdampak luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Forum ini diharapkan menjadi benteng mitigasi agar Jambi tidak mengalami kerusakan ekologis seperti yang terjadi di sejumlah wilayah lain di Sumatera.
Cikal bakal Sekber PSDH Jambi dimulai dari Musyawarah Lintas Golongan yang digelar pada 17 Desember 2026 di Aula Dinas Kehutanan Provinsi Jambi. Musyawarah tersebut diinisiasi oleh tokoh-tokoh strategis, antara lain Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jambi, serta para aktivis NGO lingkungan. Dengan satu visi besar, “Hutan Jambi Lestari dan Berkelanjutan,” forum itu secara aklamasi menetapkan ketua umum terpilih dan menyepakati pembentukan Sekber PSDH Jambi yang kini menghimpun 71 lembaga dan institusi kehutanan di Provinsi Jambi.
Pengukuhan Sekber PSDH Jambi mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Sejumlah pejabat strategis Kementerian Kehutanan turut hadir, di antaranya Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Dr. Ir. Mahfudz, M.P., Kepala Biro Perencanaan Dr. Edi Sulistyo Heri Susetyo, S.Hut., M.Si., Kepala Biro Hukum Supardi, S.H., M.H., serta Kepala Pusat Data dan Informasi Dr. Ishak Yassir, S.Hut., M.Si.
Turut hadir pula jajaran pimpinan unit teknis kehutanan, seperti Kepala BBTNKS, BPHL Wilayah IV, BPDAS Batanghari, BKSDA Jambi, Taman Nasional Berbak Sembilang, Taman Nasional Bukit Dua Belas, hingga perwakilan Taman Nasional Bukit Tigapuluh.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi menegaskan bahwa Sekber PSDH Jambi merupakan langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam pengelolaan hutan. Menurutnya, kompleksitas persoalan kehutanan tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan ruang konsolidasi bersama yang terbuka, setara, dan berbasis pengetahuan.
Sekretaris Daerah Provinsi Jambi pun menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Jambi terhadap Sekber PSDH. Ia menegaskan bahwa pengelolaan hutan tidak dapat dilakukan secara sektoral. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha menjadi kunci menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Dr. Ir. Mahfudz, M.P. mengapresiasi terbentuknya Sekber PSDH Jambi sebagai forum kolaboratif yang progresif dan visioner. Ia menilai Sekber PSDH Jambi layak menjadi model nasional, mengingat tantangan kehutanan Indonesia menuntut pendekatan lintas aktor dan lintas disiplin.
Ketua Umum Sekber PSDH Jambi Feri Irawan dalam pidatonya menegaskan posisi strategis Jambi sebagai jantung hutan Sumatera. Jambi menjadi satu-satunya provinsi di Sumatera yang memiliki empat taman nasional, dengan bentang alam lengkap dari pesisir timur, kawasan gambut, dataran rendah, hingga pegunungan tertinggi di Pulau Sumatera.
Jambi juga dikenal sebagai rumah bagi keanekaragaman hayati penting, seperti Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Orangutan, serta berbagai flora dan fauna endemik. Kawasan Sadu bahkan menjadi titik penting persinggahan burung migran lintas benua.
Di sisi lain, Feri juga menyampaikan kritik konstruktif. Ia menyoroti masih minimnya keberpihakan terhadap sumber daya manusia lokal Jambi, meski provinsi ini memiliki banyak tenaga ahli dan lembaga berpengalaman yang telah terlibat dalam program internasional bernilai ratusan juta dolar, seperti BioCF dan GCF. Melalui Sekber PSDH Jambi, kolaborasi ke depan diharapkan lebih mengedepankan kekuatan lokal.
Mengusung tema “Sinergi Strategis Kolaboratif Pengelolaan Sumber Daya Hutan Berkelanjutan di Provinsi Jambi,” Sekber PSDH Jambi menegaskan komitmennya untuk langsung bekerja pasca-pengukuhan. Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari Seminar Daerah kehutanan hingga workshop dua hari untuk membedah isu strategis dan menyusun peta jalan kehutanan Jambi 10 tahun ke depan.
Sebagai tindak lanjut konkret, Sekber PSDH Jambi juga akan menggelar Workshop Pengelolaan Sumber Daya Hutan dan Penyusunan Rencana Strategis (Renstra). Workshop ini menjadi ruang kerja bersama lintas sektor guna menyusun arah kebijakan, program prioritas, dan strategi kolaboratif jangka menengah dan panjang.
Melalui penyusunan Renstra tersebut, Sekber PSDH Jambi menargetkan terwujudnya peta jalan pengelolaan hutan yang berkelanjutan, berbasis kondisi riil lapangan, kekuatan lokal, serta selaras dengan kebijakan nasional dan komitmen global mitigasi perubahan iklim.
Menutup rangkaian acara, pesan moral kembali ditegaskan: hutan adalah warisan nenek moyang yang wajib dijaga untuk generasi mendatang. Seluruh elemen dalam Sekber PSDH Jambi diharapkan menjadi ujung tombak perjuangan menjaga kelestarian hutan Sumatera—sebuah ikhtiar yang bukan sekadar kerja lingkungan, tetapi juga amanah sejarah.
(Susi Lawati)




