JAMBI.MPN-Kab.Sarolangun – Kobaran api kembali mengancam kawasan lahan gambut di Kabupaten Sarolangun. Satgas Terpadu Karhutla bergerak cepat melakukan pemadaman di areal plasma PT Bahana Karya Semesta (BKS), Desa Lubuk Kepayang, Kecamatan Air Hitam, Senin (24/8/2026).
Pemadaman berlangsung sejak sekitar pukul 13.00 WIB dan dipimpin langsung Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K., M.H. Bersama Bupati Sarolangun H. Hurmin, S.E., Dandim 0420/Sarko Letkol Inf. Yahya Wisnu Arianto, S.Sos., M.Han., serta unsur Forkopimda, petugas langsung turun ke lokasi untuk mengendalikan api.
Setibanya di lokasi, personel gabungan langsung bergerak membagi beberapa kelompok. Titik-titik yang masih mengeluarkan api maupun bara menjadi sasaran utama pemadaman.
Kondisi lahan yang merupakan kawasan gambut membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Api berpotensi merambat melalui lapisan gambut dan kembali muncul meski permukaan terlihat sudah padam.
Karena itu, Satgas meminta pihak PT BKS segera membuat sekat kanal menggunakan excavator sebagai langkah antisipasi agar api tidak menjalar ke area lainnya.
Berbagai peralatan dikerahkan dalam operasi tersebut, mulai dari mesin pompa, selang dan semprotan air, tabung pemadam, kepyok atau tepak api, hingga mesin semprot bahu atau pompa punggung.
Tak hanya mengandalkan pemadaman dari darat, Satgas juga melakukan koordinasi untuk mendapatkan dukungan water bombing melalui jalur udara guna mempercepat penanganan apabila diperlukan.
Operasi tersebut melibatkan personel Polres Sarolangun, Kodim 0420/Sarko, Manggala Agni, Subsatgas Karhutla Polsek Air Hitam, serta Tim Satgas Karhutla PT BKS.

Setelah berjibaku selama berjam-jam, sekitar pukul 19.30 WIB api berhasil dipadamkan. Namun, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi.
Proses pendinginan tetap dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan bara yang masih tersimpan di dalam lapisan gambut benar-benar aman dan tidak kembali memicu kebakaran.
Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah menegaskan bahwa keberhasilan pemadaman bukan berarti tugas selesai. Menurutnya, kawasan gambut membutuhkan penanganan dan pengawasan ekstra karena memiliki potensi munculnya kembali titik api.
“Pemadaman tidak berhenti setelah api terlihat padam. Kita pastikan proses pendinginan dilakukan secara menyeluruh, khususnya karena lokasi merupakan lahan gambut yang memiliki potensi munculnya kembali titik api,” tegas Wendi.
Ia juga mengingatkan seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan dan bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla.
Sebab, kebakaran hutan dan lahan tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas warga hingga roda perekonomian.
Sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni dan pihak perusahaan menjadi kunci dalam menghadapi ancaman Karhutla di wilayah Sarolangun.
Hingga malam hari, kondisi lokasi dilaporkan aman dan kondusif. Seluruh personel yang terlibat dalam operasi pemadaman juga dilaporkan dalam kondisi sehat.
Satgas Terpadu Karhutla Kabupaten Sarolangun memastikan pengawasan dan langkah pencegahan akan terus dilakukan guna mengantisipasi munculnya kembali titik api, sekaligus melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak Karhutla.
(SL/013MPN/Humas Polres Sarolangun)




