MEDIA POLISI NASIONAL – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung dari Fraksi Partai Golkar, Dr.H. Cecep Suhendar, S.Pd., M.Si., yang sering dipanggil H.Cecep, saat ini melaksanakan reses masa sidang III tahun 2025 di Gor Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. Reses ini mengangkat tema penting mengenai “Keabsahan Nikah Membangun Kebahagiaan dan Keselamatan Rumah Tangga”.Jum’at (07/11/2025)

Dihadiri para kader Golkar, tim relawan juga para simpatisan, masyarakat kecamatan Rancaekek, aparatur pemerintahan Desa Sukamanah, Bimas dan Babinsa Desa Sukamanah, tokoh masyarakat serta tokoh pemuda dan instansi terkait lainnya.


Di kegiatan reses ini, H. Cecep Suhendar menekankan“ Bahwa Pernikahan yang sah secara hukum dan agama dapat memberikan kepastian hak dan kewajiban bagi suami, istri, serta anak-anak, sebagai langkah awal untuk menciptakan keluarga yang harmonis dan terlindungi,” ucap H.Cecep.
Keabsahan pernikahan adalah fondasi penting, namun kebahagiaan dalam pernikahan terbangun dari berbagai faktor yang saling terkait. Pernyataan bahwa “keabsahan nikah membangun kebahagiaan” dapat dilihat dari beberapa sudut pandang.
Sudut Pandang Legal dan Agama, Pernikahan yang sah secara hukum dan agama memberikan kerangka kerja yang jelas dan diakui secara sosial. Keabsahan ini memberikan kepastian status hubungan, hak dan kewajiban masing-masing pasangan, serta anak-anak yang lahir dari pernikahan tersebut. Rasa aman dan pengakuan ini dapat menjadi dasar yang kokoh untuk membangun kehidupan bersama yang bahagia.
Sudut Pandang Psikologis dan Sosial, Pernikahan yang sah sering kali melibatkan dukungan dari keluarga besar dan komunitas. Penerimaan sosial ini mengurangi tekanan dan memberikan jaringan dukungan yang penting. Secara psikologis, komitmen yang sah dapat memperkuat rasa percaya dan dedikasi antar pasangan.
Namun, penting untuk diingat bahwa keabsahan saja tidak menjamin kebahagiaan. Kebahagiaan dalam pernikahan sangat bergantung pada:
– Komunikasi Efektif, Kemampuan untuk berbicara terbuka dan jujur mengenai harapan, masalah, dan perasaan.
– Saling Menghargai dan Mendukung: Menghargai perbedaan masing-masing, mendukung impian dan tujuan pasangan.
– Manajemen Konflik yang Sehat: Kemampuan untuk menyelesaikan perselisihan dengan cara yang konstruktif tanpa menyakiti satu sama lain.**(@spa)**




