Kapolda Jabar Pimpin Ekspose Kasus Penutupan Spot Judi ‘Ada Kasino’ Bandung, Puluhan Pelaku Diringkus

Bandung, MPN — Rabu (18/6/2025), Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan didampingi Wakapolda Brigjen Pol  Adi Vivid Gustiani Bachtiar dan sejumlah Pejabat Utama Polda Jabar memimpin Konfrensi Pers terkait pengungkapan tindak pidana praktek  perjudian bernama Ada Kasino yang berlokasi di Jl.Ahmad Yani No.126, Kel.Malabar Kec.Lengkong Kota Bandung.
Hadir pula pada kesempatan ini Kasatpol PP Jabar, Asintel Kejati Jabar dan Asintel Kodam III/ Siliwangi. Pada paparannya Kapolda Jabar menerangkan bahawa pihaknya sudah bertekad untuk meniadakan bentuk-bentuk kegiatan yang merugikan masyarakat serta melanggar hukum mengganggu kemaslahatan umat di Jawa Barat.
“Di lokasi ini ada sebuah kegiatan perjudian yang diberi nama Ada Kasino,  sebelumnya disini tempat karaoke dan diberi nama ada Kasino. Disini kami mendapati ada beberapa ruangan yang bersifat umum atau biasa yang didapati  beberapa puluh orang yang sedang terlibat perjudian bakarat
Ruang biasa untuk member-member biasa dan satu ruang VIP biasanya ruang VIP ini yang yang pemodal besar yang sebagaimana terlihat di belakang ini (baca para tahanan) sudah kita tetapkan menjadi tersangka. Tempat judi ini baru beroperasi kurang lebih 3 hari yang lalu dan menjadi tanda besar kita semua ini ini kok berani-beranian gitu makanya kita tidak memberikan ruang yang panjang”, jelasnya.
Maka dari itu, lanjut Kapolda,  kita langsung melakukan penegakan hukum barang-barang bukti yang kita dapatkan sebagaimana terlihat di depan pada saat itu kita mengamankan 63 orang yang kemarin sudah dilakukan pemeriksaan oleh direktorat kriminal umum dan sudah dipilah-pilah perannya masing-masing.
“Ada dua penyelenggara yang sudah kita terapkan sebagai tersangka dengan inisial HP dan cW, kemudian ada pemain yang selanjutnya itu kurang lebih ada 18 pemain dan satu kelompok lagi adalah orang yang terlibat dalam perjudian sebagai operator, pemain kartu dan sebagainya itu cluster-claster yang kami lakukan dari penyelenggara, pemain dan yang membantu sejumlah 44:0rang.
Kemudian ada barbuk uang Rp.350 juta dan 4 rekening senilai 2.5 Milyar.Terus mengembangkan kita akan mengikuti ini aliran uangnya ini ke mana berasal dari mana sehingga ada modal untuk membuka tempat ini. Ada satu hal yang menarik lagi dari saya adalah peralatan perjudiannya ini peralatannya bukan dibuat di sini ini cukup bagus kualitasnya yang ternyata setelah ditelusur mesin ini impor impor dari China yang beli secara online dibawa masuk dan dirakit di sini. Terlihat mesin tersebut masih baru dengan kualitasnya juga cukup baik”, ungkap Kapolda.***
#Yusman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *