Karhutla 2026 Diwaspadai, Korem 042/Gapu Dorong Gerak Cepat dan Pencegahan Maksimal

JAMBI.MPN — Menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap berulang setiap musim kemarau, Korem 042/Garuda Putih mengambil langkah strategis dengan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral guna memperkuat upaya pencegahan dan respons cepat di wilayah Provinsi Jambi. Jum’at 17 April 2026

Rakor yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Korem 042/Gapu ini dipimpin langsung oleh Brigjen TNI Nyamin dan melibatkan berbagai unsur penting, mulai dari TNI, Polri, BPBD, hingga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika serta organisasi perangkat daerah terkait. Sejumlah Dandim jajaran juga turut mengikuti jalannya rapat melalui video conference.

Dalam arahannya, Danrem menegaskan bahwa paradigma penanganan karhutla harus bergeser ke pendekatan yang lebih preventif dan terukur. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak lagi hanya dilihat dari cepatnya pemadaman api, tetapi dari sejauh mana potensi kebakaran bisa dicegah sejak dini.

“Kita tidak boleh menunggu api muncul. Sistem harus sudah siap sebelum itu terjadi. Deteksi dini dan kesiapsiagaan adalah kunci utama,” tegasnya.

Evaluasi pelaksanaan penanganan karhutla tahun sebelumnya turut menjadi sorotan. Meskipun sinergi antarinstansi dinilai semakin solid, masih ditemukan sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait konsistensi patroli terpadu dan kecepatan respons di wilayah-wilayah rawan.

Menjawab tantangan tersebut, Korem 042/Gapu mendorong peningkatan koordinasi operasional secara lebih intensif. Salah satunya melalui optimalisasi penggunaan data cuaca dan titik panas (hotspot) sebagai dasar pengambilan keputusan cepat dan tepat.

Tak hanya itu, aspek penegakan hukum juga kembali ditegaskan sebagai bagian penting dalam pengendalian karhutla. Tindakan tegas terhadap pelaku pembakaran lahan dinilai menjadi efek jera yang harus terus diperkuat.

Rakor ini menjadi langkah awal konsolidasi lintas sektor dalam menghadapi musim rawan karhutla tahun 2026. Diharapkan, seluruh pemangku kepentingan dapat bergerak dalam satu komando dan strategi yang selaras demi menjaga stabilitas lingkungan dan keselamatan masyarakat di Provinsi Jambi.

Dengan pendekatan yang lebih sistematis, responsif, dan berbasis data, upaya pencegahan karhutla tahun ini diharapkan mampu menekan potensi kebakaran secara signifikan sebelum meluas menjadi bencana.

(Susi Lawati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *