Pastikan Bapok Stabil, TNI–Pemprov Jambi Turun Langsung ke Pasar Angso Duo

JAMBI.MPN – Menjelang bulan suci Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M, jajaran pemerintah daerah bersama unsur TNI dan Polri turun langsung ke lapangan memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap aman. Komandan Korem (Danrem) 042/Gapu Kolonel Inf. Nyamin, S.I.P., M.M. bersama Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I. dan Wakapolda Jambi Brigjen Pol. Beny Ali memantau ketersediaan serta harga bahan pokok di Pasar Induk Angso Duo, Kota Jambi, Rabu (17/2/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB itu turut melibatkan Tim Satgas Pangan dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi, serta sejumlah pejabat terkait dari Korem 042/Gapu dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Jambi.

Dalam peninjauan tersebut, rombongan menyusuri lapak pedagang sambil berdialog langsung dengan penjual maupun pembeli. Komoditas strategis seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur, daging, cabai, hingga bahan kebutuhan harian lainnya menjadi fokus utama pengecekan.

Hasilnya, stok bahan pokok di Pasar Angso Duo terpantau dalam kondisi aman dengan harga yang relatif stabil. Aktivitas jual beli juga terlihat ramai dan normal, menandakan roda ekonomi masyarakat mulai bergerak meningkat menjelang Ramadhan.

Danrem 042/Gapu Kolonel Inf. Nyamin menegaskan bahwa kehadiran TNI bersama pemerintah daerah dan aparat kepolisian merupakan bentuk nyata sinergi dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Pengawasan ini penting untuk memastikan distribusi berjalan lancar, tidak ada penimbunan, serta harga tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menegaskan pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipatif melalui Satgas Pangan dan TPID untuk menekan potensi lonjakan harga, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan.

Menurutnya, tingginya aktivitas belanja masyarakat di pasar tradisional menjadi indikator positif meningkatnya perputaran ekonomi daerah. Hal tersebut juga tidak terlepas dari berbagai program strategis pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat.

Di akhir kegiatan, Danrem berharap sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat guna menjaga ketahanan pangan sekaligus stabilitas wilayah.

“Kami ingin masyarakat merasa tenang, tidak khawatir terhadap ketersediaan kebutuhan pokok. Stabilitas pangan adalah bagian dari stabilitas keamanan dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

(Susi Lawati/Penrem 042/Gapu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *