MEDIA POLISI NASIONAL.-Cileunyi – Petugas sensus ekonomi 2026 dari BPS (Badan Pusat Statistik) Teti yang di dampingi Kasi Pemerintahan Desa Cibiru Wetan Acep ,mendatangai dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) Chefira Cibiru Wetan Kecamatan Cileunyi, dalam rangka pelaksanaan Survei mengikuti Sensus Ekonomi 2026 melalui pengisian yang difasilitasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bandung. Senin (13/07/2026).


Kedatangan Petugas sensus ekonomi dan kasi pemerintahan Desa Cibiru Wetan yang kebetulan berbarengan dengan Kasi Trantib Kecamatan Cileunyi saat monitoring, di sambut baik oleh kepala SPPG Chefira Abnu Malik beserta mitra SPPG Chefira Dr.H.Emed Taryaman,S.E MM (Haji Jajang) dalam mengikuti Sensus Ekonomi 2026 melalui pengisian data yang difasilitasi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bandung.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi pada dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) bertujuan untuk memetakan dampak ekonomi, rantai pasok, dan keterlibatan UMKM lokal di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dapur-dapur di wilayah Cileunyi telah serentak didata untuk melihat perputaran ekonomi dan serapan tenaga kerjanya termasuk dapur MBG Chefira.
Dampak dan Peran Ekonomi Dapur MBG Program MBG yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dirancang bukan sekadar untuk pemenuhan gizi, melainkan sebagai mesin penggerak ekonomi desa dan lokal
Serapan UMKM, data menunjukkan bahwa mayoritas (hampir 87%) dapur MBG bermitra dengan UMKM setempat dan koperasi desa untuk memenuhi kebutuhan bahan pangan harian.
Pembukaan Lapangan Kerja, setiap unit dapur SPPG rata-rata membutuhkan puluhan pekerja lokal untuk mengelola dan memasak makanan.P
Pertumbuhan Sektor Riil, kehadiran dapur MBG terbukti mendorong sektor pertanian dan peternakan secara masif untuk memenuhi permintaan bahan baku.
**@spa**




