JAMBI.MPN – Operasi senyap yang digelar Tim Baharkam Polri di lokasi yang dikenal sebagai “Bunker Opung” memunculkan tanda tanya besar. Penggerebekan yang berlangsung tanpa banyak diketahui publik itu berujung pada penyitaan sejumlah barang bukti penting serta diamankannya dua orang yang kini masih menjalani pemeriksaan intensif.
Dari lokasi, petugas mengamankan satu unit kapal tugboat dan satu unit mobil tangki berwarna biru-putih yang diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas yang saat ini sedang didalami penyidik. Kedua sarana tersebut kini menjadi fokus pemeriksaan untuk menelusuri dugaan alur distribusi maupun pihak-pihak yang terlibat.
Tak hanya barang bukti, dua orang yang berada di lokasi juga turut diamankan. Hingga kini, identitas maupun peran keduanya belum diungkap kepada publik karena masih dalam proses pendalaman oleh aparat penegak hukum.
Usai operasi, Tim Baharkam Polri melimpahkan seluruh barang bukti beserta kedua orang yang diamankan kepada Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Kanit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi membenarkan adanya pelimpahan perkara tersebut. Ia memastikan kapal tugboat, mobil tangki, serta dua orang yang diamankan telah berada di Markas Ditpolairud Polda Jambi.
“Benar, kami telah menerima penyerahan barang bukti berupa satu unit kapal tugboat dan satu unit mobil tangki, berikut dua orang yang diduga terlibat dari Tim Baharkam Polri. Saat ini seluruhnya telah kami amankan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Namun, ketika ditanya mengenai dugaan tindak pidana yang sedang diusut, siapa pemilik kapal maupun mobil tangki, serta apakah pengungkapan ini berkaitan dengan jaringan yang lebih luas, pihak penyidik belum bersedia memberikan keterangan. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan mendalami keterangan para pihak sebelum menyampaikan informasi resmi kepada publik.
Sikap hati-hati penyidik memunculkan perhatian publik. Pasalnya, penggerebekan yang melibatkan Tim Baharkam Polri umumnya dilakukan terhadap perkara yang memerlukan penanganan lebih mendalam dan koordinasi lintas satuan.
Kanit Gakkum meminta awak media bersabar dan kembali melakukan konfirmasi pada Senin mendatang. Menurutnya, perkembangan penyidikan akan disampaikan setelah pemeriksaan awal terhadap barang bukti dan pihak-pihak yang diamankan selesai dilakukan.
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah penyidik untuk mengungkap apakah operasi di “Bunker Opung” hanya menyasar pelaku di lapangan atau akan berkembang hingga mengungkap dugaan jaringan yang lebih besar. Jawaban atas pertanyaan itu diharapkan terungkap seiring berjalannya proses penyidikan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
(Susi Lawati/Tim)




